"Jadi dari kesepakatan ini karena kebutuhan penerbangan untuk angkutan penumpang dan barang tidak terganggu, maka mulai besok (Jumat) malam Garuda akan melakukan penerbangan kembali ke Timika. Pada Jumat malam sampai besok paginya di Timika," ujar Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan (Dephub) Herry Bhakti S Gumay.
Hal itu disampaikan dia usai pertemuan antara PT Freeport dan PT Garuda di Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2009).
"Itulah kesimpulan pertemuan kita hari ini. Semoga ke depan penerbangan ke papua lebih lancar lagi," kata dia.
Herry menjelaskan apa yang dialami Garuda dan Freeport itu karena masalah miskomunikasi. Pengelola Bandara Mozes Kilangin seharusnya mengeluarkan nota pembatasan bahan bakar, bukan nota pemberhentian.
"Dan disadari kalau ini salah dan kemudian langsug dikirim surat pemberitahuan bahwa nota ini bukan penghentian tapi pembatasan," jelasnya.
Karena, stok yang dimiliki pengelola bandara terbatas, di satu sisi ada dua maskapai nasional yang dilayani setiap hari, yaitu Garuda dan Merpati.
"Sementara pengelola tidak melihat konsumsi avtur yang mereka miliki dalam bungker sudah terbatas maka mereka membatasi hingga tiba pengiriman avtur berikutnya," jelas mantan Administrator Bandara Soekarno-Hatta ini.
Sebelumnya diberitakan, setelah insiden bahwa Pesawat Garuda tak diberikan bahan bakar, maka Garuda sempat menghentikan penerbangannya ke Timika sejak 4 Januari 2010 lalu. Garuda mengatakan tidak akan terbang ke Timika sampai ada jaminan ketersediaan bahan bakar demi keselamatan penumpang.
(nwk/nwk)











































