Jelang HUT RMS,Maluku Siaga Satu

Jelang HUT RMS,Maluku Siaga Satu

- detikNews
Rabu, 14 Apr 2004 00:19 WIB
Ambon - Polda Maluku dan KODAM XVI/Pattimura siaga satu untuk mengantisipasi kegiatan yang dilakukan anggota dan simpatisan RMS maupun Front Kedaulatan Maluku (FKM) pimpinan Alex Manuputty, menjelang HUT ke-54 Republik Maluku Selatan (RMS), 25 April 2004.Hal itu dinyatakan Kapolda Maluku Brigjen Polisi Bambang Sutrisno kepada wartawan, usai memimpin rapat Koordinasi gelar operasi Merah-Putih 2004 di Mapolda Maluku, kawasan Batu Meja Ambon, Selasa (13/04/2004). Polda Maluku akan menurunkan 560 personil sedangkan Kodam XVI/Pattimura akan menurunkan 430 pasukan dalam operasi dengan sandi 'Operasi Merah-Putih 2004' ini. Di samping itu, Polres dan Kodim di jajaran Polda Maluku dan Kodam XVI/Pattimura juga membentuk satuan tugas untuk menangkal kemungkinan kegiatan FKM/RMS pada hari itu. Operasi ini juga melibatkan para jaksa dan hakim serta unsur pemerintah daerah sebanyak 1.081 orang"Untuk mengantisipasi gerakan separatis pada suasana tertib sipil, kita siaga satu dan menggelar operasi untuk memelihara Kamtibmas, karena diperkirakan akan ada kegiatan pada peringatan ulang tahunnya, 25 April nanti," ujar Sutrisno.Dikatakan, meskipun sekitar 500 simpatisan dan anggota RMS/FKM telah ditangkap pada peringatan 25 April 2003 lalu serta 200 lainnya telah divonis hukuman, namun belum semua orang yang diidentifikasi termasuk dalam kelompok FKM/RMS di Maluku dihukum. "Kita juga akan menggalang orang-orang yang disinyalir menjadi tokoh yang mempunyai pikiran-pikiran separatis. Ini akan menjadi sasaran dari satuan intelijen dari TNI dan polri," katanya.Sutrisno menambahkan, dalam melakukan upaya-upaya merongrong kedaulatan NKRI di Maluku, RMS menggunakan pendekatan intelektual dan bukan gerakan bersenjata. "Hanya ada pemikiran-pemikiran intelektual, mereka bukan musuh yang bersenjata seperti GAM di Aceh. RMS di Maluku hanya pemikirannya, ide-pidenya yang musti kita luruskan," imbuhnya.Sementara itu, Panglima Kodam XVI/Pattimura, Mayjen TNI Syarifudin Sumah, menyatakan seluruh personelnya akan disiagakan menghadapi hari RMS, 25 April nanti. Menurut Sumah, pihaknya tidak mau lagi kecolongan bila gerakan separatis melakukan hal-hal yang mengancam keutuhan NKRI dan mengganggu ketertiban masyarakat di Maluku. "Kita selalu waspada menghadapi keadaan darurat sekalipun dan menjelang hari besarnya nanti kita siaga satu," ujarnya (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads