"Hasil pembicaraan kami tadi sudah ada kata sepakat, bahwa persoalan utama yang terjadi di Timika adalah keterbatasan fuel. Ke depan akan kita tindak lanjuti bersama supaya tidak terulang kembali," ujar Dirjen Perhubungan Udara Departemen Perhubungan (Dephub) Herry Bhakti.
Hal ini disampaikan Herry seusai melakukan pertemuan tertutup dengan PT Freeport dan Garuda Indonesia di Dephub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (7/1/2010).
Menurut Herry, pihaknya telah menghubungi Pertamina yang bersedia masuk dan memasok avtur. Sehingga dijamin keterbatasan avtur di Bandara Mozes Kilangin Timika tidak terulang lagi.
"Pihak Pertamina siap membantu dan mengelola kembali kebutuhan fuel avtur di daerah Timika," tandasnya.
(did/nwk)











































