Golkar Tantang Penghitungan Suara Ulang

Golkar Tantang Penghitungan Suara Ulang

- detikNews
Selasa, 13 Apr 2004 22:55 WIB
Jakarta - Kesal dituding melakukan kecurangan, Partai Golkar balik menantang semua partai politik peserta pemilu untuk melakukan penghitungan perolehan suara ulang dengan metode anual secara nasional. "Agar benar-benar terbukti ada tidaknya kecurangan yang dilakukan oleh anggota kami," kata Slamet Effendi Yusuf -ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Golkar- usai mengikuti pertemuan pimpinan parpol dengan KPU di Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (13/4/2004). Meski mengakui kemungkinan adanya kader Partai Golkar yang melakukan pelanggaran, tetapi Slamet yakin kuantitas dan kualitasnya tidak setinggi yang dituduhkan selama ini. Menurutnya, tuduhan tersebut sengaja dilontarkan oleh parpol yang tidak berbesar hati menerima kekalahannya meraup dukungan suara dalam Pemilu 2004. Slamet balik menuding parpol yang tak bisa berbesar hati biasanya adalah parpol yang tidak mampu menempatkan saksinya pada setiap tahapan penghitungan suara mulai dari tingkat TPS, PPS dan PPK. Parpol itu, katanya, begitu menerima informasi kecurangan langsung mempublikasikan tanpa terlebih dahulu memeriksa secara teliti kebenaran data dan kronologisnya di lapangan."Jangan karena tidak punya saksi, lalu limpahkan kesalahan ke orang lain. Selain kami, penyelenggara pemilu juga kan yang menjadi korban fitnah" kecamnya.Karena pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menyatakan tidak akan mengadakan penghitungan suara ulang secara nasional, maka Slamet mengajak semua parpol untuk mencermati langsung proses tabulasi secara manual yang akan dimulai Kamis lusa. Pada kesempatan itulah, parpol dapat mengkonfrontir langsung data perolehan suara versinya masing-masing dengan berita acara penghitungan yang telah disertifikasi oleh KPU Kabupaten/Kota dan Provinsi."Kalau nanti terbukti ada kecurangan, salahkan pelakunya langsung. Bukan KPU atau parpolnya," tandasnya. (iy/)


Berita Terkait