"Beliau tidak hadir karena persoalan teknis, pesawat yang harusnya pagi tapi ada kendala sehingga berangkatnya siang. Sementara rakernas tetap harus berjalan. Jadi tidak ada masalah, tetap sah," kata ketua DPP PAN Taufik Kurniawan dalam jumpa pers di media center hotel Planet Holiday, Batam, Kamis (7/1/2010).
Menurut Taufik yang juga ketua panitia kongres, cepatnya proses sidang bukan disebabkan karena tidak ingin menunggu SB. Hal itu dikarenakan semua peserta setuju dengan draf yang sudah disiapkan panitia SC sehingga proses persidangannya berjalan cepat dan lancar.
"Tidak ada kita mempercepat dan menyingkat. Anda lihat sendiri tadi, kita tawarkan pada forum apakah di skors untuk menunggu ketua umum menutup atau tidak. Peserta serempat langsung ditutup," papar Taufik.
Hal yang sama juga disampaikan ketua SC Farhan Hamid. Menurutnya, ketidakhadiran SB murni karena masalah teknis karena dia masih dalam perjalanan pada saat rakernas dibuka.
"Rakernas tetap sah, karena semua memenuhi unsur yang ditetapkan dalam AD ART. Soal mas SB, ini bukan karena beliau tidak datang, tetapi karena teknis beliau belum tiba," papar Farhan
Politisi PAN yang menjadi wakil ketua MPR ini yakin SB ihlas dengan keputusan rakernas yang menyetujui agenda kongres dan jumlah resmi peserta."Saya yakin mas Tris tidak ada masalah. Beliau itu orang yang paling ikhlas saat ini. Saya tidak menemui orang seihlas beliau. Kalau di jelaskan mungkin setiap 10 orang satu seperti mas Tris," pungkasnya.
Rakernas yang semula diagendakan dihadiri SB ternyata tidak terjadi. Sampai pada penutupan, SB tidak juga memunculkan diri di arena Rakernas.
Menurut Sekjen PAN Zulkifli Hasan, SB masih dalam perjalanan dari Jakarta Menuju Batam. Karena masih dalam perjalan itulah, Zul yang memimpin sidang dalam rakernas menawarkan kepada peserta untuk diskors atau tetap ditutup tanpa SB.
Tanpa diduga semua peserta meminta langsung ditutup agar peserta bisa mempersiapkan diri untuk acara pembukaan. Selain itu, kalau diskors dikhawatirkan nanti susah mengumplkan lagi peserta seperti saat dibuka oleh Amien Rais.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(yid/rdf)











































