"Kami belum menerima," kata Ketua FPD Anas Urbaningrum kepada detikcom di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (7/1/2010).
Menurut Anas, dirinya baru sebatas mendengar soal surat keberatan itu. Namun sampai saat ini belum menerimanya. Dikatakan Anas, segera setelah menerima surat itu, dirinya akan membalas surat itu.
"Lengkap dengan kronologinya dan kenapa terjadi itu. Agar lebih fair melihatnya," jelas mantan ketua umum PB HMI ini.
Sebelumnya, ketua FPDIP Tjahjo Kumolo menyampaikan soal surat keberatan yang akan dilayangkan FPDIP kepada FPD terkait makian 'bangsat' yang dilontarkan anggota FPD, Ruhut Sitompul kepada anggota FPDIP, Gayus Lumbuun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terhadap hal itu, Anas meminta agar melihat kasus ini dilihat secara proprsional. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Ruhut adalah sebab akibat. Ruhut memaki kasar Gayus karena lebih dulu ditujukan kata kasar kepadanya.
"Ini kan jangan dilihat sepihak. Kami mendengar juga ada kata-kata kurang ajar dari mereka," tambahnya.
Karena alasan itu pula, sambung Anas, fraksi tidak akan memberikan sanksi kepada Ruhut. Fraksi masih menilai belum perlu memberi sanksi, apalagi sampai mengganti keanggotaan Ruhut dari Pansus seperti yang disuarakan sebagian anggota Pansus.
"Belum perlu (sanksi) itu," jawab Anas saat ditanya apa perlu memberi sanksi Ruhut.
Anas juga menambahkan, sejauh ini insiden makian 'bangsat' itu tidak mengganggu dinamika kinerja Pansus secara keseluruhan. Karena itu, Anas meminta tidak perlu ada wacana membawa Ruhut ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Apalagi, katanya, Ruhut dan Gayus sudah bersalaman siang tadi.
Untuk menghindari insiden serupa, Anas secara khusus meminta anggota Pansus tetap menjaga fokus kerja Pansus. "Kami minta berkomitmen fokus pada Pansus saja," pungkasnya.
(Rez/rdf)











































