"Rem maksimun sehingga ban pecah akibat tekanannya," kata Sri Budianto, District Manager Sriwijaya Air untuk Makassar, melalui telepon, Kamis (7/1/2010). Sebelumnya, Humas Sriwijaya Air Ruth Simatupang, menyebutkan bahwa ban yang pecah ada dua.
Sri Budianto menuturkan, pada waktu pesawat bernomor SR-564 itu mendarat pada pukul 14.33 WITA, hujan lebat dan angin kencang tengah melanda wilayah Bandara Sultan Hasanuddin. Meski demikian pesawat yang terbang dari Surabaya itu tetap diberikan izin mendarat karena secara umum kondisi cuaca dinilai layak terbang.
Namun hujan lebat menyebabkan landasan rawan licin sehingga pilot HF Zwan menekan rem kuat-kuat untuk mengurangi laju pesawat. Kuatnya tekanan ini yang diduga jadi penyebab pecahnya ban roda pendarat bagian kanan belakang pesawat yang mengangkut 111 penumpang dewasa, 6 anak dan 1 bayi.
"Semua penumpang selamat. Posisi pesawat di runway 31 juga sudah ditarik pukul 15.50 WITA tadi," jelas Sri Budianto. (lh/nrl)











































