Lalu, tas kecil warna coklat kesayangannya ditaruh di ruang guru yang memang sedang sepi. Warga Plumpang Semper, Jakarta Utara, itupun menuju kelasnya dan memberi pelajaran Bahasa Indonesia tanpa was-was.
"Setelah selesai, kembali ke ruang guru, tas saya hilang. Handphone, uang gaji dan surat-surat serta kartu ATM sudah enggak ada," kata korban seperti ditirukan anaknya, Isa Anshori usai melapor di Polsek Koja, Jl Bhayangkara Jakarta Utara, Kamis (7/1/2009).
Ia tidak menyangka, karena baru kali ini peristiwa pencurian dialami di sekolahnya, SD/SMP Unsa Plumpang. Sejauh ini, Fatimah percaya kepada siswa, sesama guru, karyawan ataupun petugas kebersihan sekolah. Sayang, kepercayaan itu harus dibayar mahal.
"Rencananya, uang itu mau buat beli keperluan sekolah anak saya," ucapnya sedih.Β
Mendapat laporan ini, polisi dari Polsek Koja langsung memeriksa tempat kejadian perkara. Sejumlah saksi yang berada di lokasi dimintai keterangan. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai Rp 7 juta rupiah. Sebuah jumlah yang kecil bagi sebagian orang tetapi sangat berarti bagi guru SD seperti Fatimah.
(Ari/rdf)











































