AS Puji Pemilu Indonesia

Adil dan Damai

AS Puji Pemilu Indonesia

- detikNews
Selasa, 13 Apr 2004 16:18 WIB
Jakarta - Kedutaan Besar A.S. mengucapkan selamat kepada bangsa Indonesia atas pelaksanaan demokrasi yang bersejarah pada tanggal 5 April, yang secara umum berlangsung dengan bebas, adil dan damai di tempat-tempat yang diamati oleh Kedubes A.S. Pemilu tingkat nasional kedua sejak 1998 ini, yang merupakan hari pemungutan suara sehari yang terbesar dalam sejarah, menunjukkan komitmen bangsa Indonesia pada suatu demokrasi yang kuat dan bersemangat.Demikian siaran pers Kedubes A.S pada detikcom, Selasa (13/4/2004). Kedubes A.S. mengerahkan 65 pengamat, yang sudah mendapat akreditasi dari Komisi Pemilihan Umum, untuk pemilu legislatif tingkat nasional pada tanggal 5 April. Para pengamat itu disebar di 25 provinsi pada 4 April, dan menyaksikan pemungutan dan penghitungan suara di 400 TPS pada tanggal 5-6 April. Tim A.S. mengirim dua pengamat ke Aceh dan tiga ke Papua dan Provinsi Irian Jaya Barat. Duta Besar Ralph L. Boyce berpartisipasi dengan mengamati TPS 61 di Menteng, Jakarta. Kedubes A.S. tidak mengamati proses tabulasi atau pemilu susulan setelah 6 April.Tim A.S. pada umumnya menemukan suasana pemilu dan proses pemungutan yang bebas dari intimidasi dan dari upaya untuk memanipulasi proses tersebut. Di hampir semua daerah, pemungutan dan penghitungan diproses tanpa gangguan atau hambatan terhadap akses pemilih ke TPS. Meskipun para pengamat kami melihat variasi dalam prosedur yang dipakai para petugas pemilu, hal ini tampaknya tidak mempunyai efek yang signifikan pada integritas proses tersebut.Meskipun kurangnya materi menghalangi pemungutan di sejumlah TPS, terutama di Papua dan Irian Jaya Barat, tim A.S. melihat upaya yang luar biasa oleh KPU dan para petugas lain untuk mengatasi kesulitan logistik. A.S. akan membagi lebih banyak penemuan yang terinci dengan KPU.Tim A.S. mencatat semangat dan dukungan yang luar biasa dari masyarakat sipil pada pemilihan itu. Unsur-unsur utama lainnya dalam proses pemungutan suara itu adalah peranan Panwaslu, dan hadirnya sejumlah pemantau dalam negeri dan para saksi dari partai sebagai jaminan atas proses tersebut. Kehadiran mereka dalam pemilu susulan dan tabulasi suara juga akan sama pentingnya.Tim kami juga mengakui komitmen oleh KPU dan Pemerintah Indonesia untuk memastikan bahwa tabulasi suara itu akan dilakukan secara transparan, serta pernyataan-pernyataan positif yang berkaitan dengan mekanisme untuk mendaftar lebih banyak pemilih untuk pemilihan presiden pada 5 Juli. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads