Gus Dur Walk Out dari Pertemuan Parpol dan KPU
Selasa, 13 Apr 2004 15:56 WIB
Jakarta - Tanpa sebab yang jelas, Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Dur tiba-tiba keluar dari ruang pertemuan antara pimpinan parpol dan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun langkah Gus Dur ini tidak diikuti petinggi parpol lainnya. Awalnya Gus Dur yang datang menggunakan baju batik coklat tanpa kopiah dan kacamata itu, menolak untuk berbicara. Pasalnya, apa yang hendak dikatakannya sudah diwakili oleh juru bicaranya Adhie Massardi. Namun sejumlah pimpinan parpol yang hadir terus mendesak mantan Ketua PB NU ini berbicara.Didesak terus-menerus, Gus Dur pun akhirnya angkat bicara. Seperti pimpinan parpol lainnya, Gus Dur juga menyampaikan uneg-unegnya mengenai pelaksanaan pemilu 2004. Menurut Gus Dur, KPU sama sekali tidak profesional."KPU sudah mengkhianati pemilu yang merupakan awal dari demokrasi. Saya tidak persoalkan apakah PKB menang atau tidak. Menang dan kalah adalah urusan belakang, yang penting demokrasi berjalan. Kalau pun partai saya kalah, saya tidak pusing. Tinggal bicara dengan yang menang, beres sudah," ungkap Gus Dur.Namun beberapa saat setelah itu, Gus Dur tiba-tiba berdiri. Dibantu oleh seorang ajudannya, Gus Dur kemudian meninggalkan ruang Rote Hotel Indonesia, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Selasa (13/4/2004). "Lebih baik saya ketemu dengan orang-orang NU di ranting daripada di sini," tukasnya.Gus Dur pun melenggang meninggalkan sejumlah pimpinan parpol dan personel KPU yang hanya terdiam di dalam ruangan. Sesampainya di lobi hotel, Gus Dur langsung memasuk mobil Land Cruiser hitam dan pergi meninggalkan Hotel Indonesia.
(djo/)











































