Kalah di DKI, 46 PAC PDIP Desak Ganti Pengurus
Selasa, 13 Apr 2004 15:37 WIB
Jakarta - PDIP menempati urutan ketiga dalam perhitungan suara teknologi informatika (TI). Penyebab kekalahan pun dicari. Walhasil, 46 pimpinan anak cabang (PAC) PDIP di Jakarta mendesak pergantian pengurus.Mereka mendesak DPP PDIP meninjau kembali kepengurusan DPD PDIP DKI Jakarta dan mengganti jajaran pengurusnya. Hal ini disebabkan DPD PDIP DKI Jakarta telah gagal mengumpulkan suara PDIP di Jakarta pada Pemilu legislatif."Kami dari PAC meragukan kemenangan Presiden Megawati dengan kondisi sekarang. Untuk itu kami desak DPP PDIP untuk mengganti jajaran pengurus PDIP di Jakarta."Demikian tukas fungsionaris PDIP sekaligus anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat Audi Tambunan dalam jumpa pers di sebuah restoran di Jakarta Pusat, Selasa (13/4/2004)."Pengurus-pengurus itu sudah legowo dengan kekalahan PDIP. Sampai detik ini, DPD tidak pernah mengadakan pertemuan dengan PAC. Mereka melarikan diri. Kami tidak tahu harus berbuat apa dan mengadu pada siapa," keluhnya.Sementara Ketua PAC PDIP Senen Made Purnama menuding Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso mengingkari janjinya akan memperbanyak suara PDIP pada Pemilu ini."Gubernur Sutiyoso waktu pemilihan gubernur yang lalu berjanji akan membengkakkan suara PDIP sampai 40 persen. Mana buktinya?" ujarnya.Di TPS 001 Gondangdia tempat Sutiyoso dan Mega mencoblos, tutur dia, PDIP hanya mendapat 33 suara. "Ini berarti Sutiyoso tidak mencoblos PDIP. Kami sangat kecewa dengan hasil itu," tukas Purnama.Sedangkan penyebab lain kekalahan PDIP di Jakarta, menurut dia, lantaran banyak pengurus DPD PDIP DKI Jakarta yang repot dengan pencalegan."Banyak pengurus DPD yang asyik sendiri mau jadi caleg. Soal logistik juga kita prihatin. Partai lain minimal satu minggu sebelum kampanye, logistik seperti atribut dan uang sudah sampai ke PAC. Tapi kami belum. Ini menyebabkan kami kalah," sesal Purnama.
(sss/)











































