Pertemuan KPU-Pimpinan Parpol Berubah Jadi Ajang Curhat

Pertemuan KPU-Pimpinan Parpol Berubah Jadi Ajang Curhat

- detikNews
Selasa, 13 Apr 2004 15:28 WIB
Jakarta - Pertemuan antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan para pimpinan parpol yang semula diagendakan membahas tata cara penghitungan suara secara manual, berubah menjadi ajang curhat. Para pimpinan parpol itu mengeluhkan berbagai kecurangan yang terjadi selama pemilu berlangsung.Pertemuan itu sendiri mengambil tempat di Hotel Indonesia Jl. MH Thamrin, Jakarta, Selasa (13/4/2004). Pertemuan berlangsung sejak pukul 13.00 WIB. Sejumlah Ketua Umum yang hadir antara lain, Eros Djarot dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Rachmawati Soekarnoputeri dari Partai Pelopor dan Zainuddin MZ dari Partai Bintang Reformasi (PBR).Hadir juga Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur yang didampingi juru bicaranya Adhie Masardhie. Hadir juga Sukmawati Soekarnoputeri dari PNI Marhaenisme, fungsionaris Golkar, Slamet Effendy Yusuf, dan Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Yunus Yosfiah.Satu persatu secara bergantian pimpinan parpol tersebut menyampaikan uneg-unegnya tentang hasil sementara penghitungan suara dengan sistem TI. Tidak hanya itu, mereka juga mengungkapkan berbagai kecurangan yang ditemui.Yunus Yosfiah mengancam akan menggugat KPU sehubungan dengan banyaknya warga yang belum terdaftar sebagai pemilih. Terutama di daerah Sidrap, Sulsel, yang merupakan basis massa pendukung pensiunan jenderal bintang 3 ini. "Ini jelas merugikan, karena mereka banyak yang tidak bisa memilih," tukas Yusuf.Ketua Umum Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD) Mukhtar Pakpahan yang juga hadir menuturkan kecurangan yang dilakukan oleh fungsionaris Partai Golkar di Tapanuli Utara. Orang tersebut, kata Muchtar, melakukan pencoblosan beberapa kali di sejumlah TPS di kelurahan Lhok Sanggul.KPU sendiri tidak memberikan reaksi apa-apa terhadap komentar para petinggi parpol peserta pemilu tersebut. KPU hanya mendengarkan setiap uneg-uneg yang disampaikan. Hingga kini penyampaian uneg-uneg masih berlangsung, agenda semula pun semakin jauh terlupakan. (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads