"Hatta jauh lebih punya kans. Karena Presiden SBY punya kepentingan, Hatta menang karena dukungan diam-diam SBY," ujar pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, saat dihubungi detikcom, Kamis (7/1/2010).
Menurut Burhanuddin, seandainya Dradjad menang, maka koalisi SBY bisa terancam.
"SBY dan Partai Demokrat (PD) punya kepentingan yaitu PAN tetap menjalin koalisi dengan mereka. Kalau (Ketua Umum) dipegang Dradjad, hubungan antagonistik dengan pemerintah akan semakin mengeras. Jika menang, Drajad dapat membuat hubungan PAN dan pemerintah memanas," jelasnya.
Hal lainnya yang juga menjadikan Hatta lebih unggul adalah senioritas dan pengabdiannya lebih lama di PAN. "Dia lebih mengakar ke pengurus PAN. Dradjad memang populer tapi hanya berhasil bangun citra di media dan butuh waktu panjang membangun infrastruktur sampai ke bawah," katanya.
Dilihat dari karir politik, Hatta juga dinilai relatif lebih paripurna, yakni pernah menjabat sebagai sekjen PAN, ketua fraksi, Majelis Penasihat Partai (MPP) dan posisi terakhirnya sebagai Menko Perekonomian semakin membuat akses ke pusat kekuasaan lebih mudah untuk berkomunikasi.
"Dan kesiapan finansial juga membuat Hatta lebih mungkin membuatnya menang dengan kondisi pragmatisme yang ada di kader PAN. Dan itu jadi tiketnya memenangkan kongres," pungkasnya. (amd/mok)











































