Partai Demokrat seharusnya bisa menegur kadernya tersebut. Terlebih selama ini, Demokrat mengklaim dirinya sebagai partai yang terkenal santun.
"Itulah harusnya jadi dasar (kesantunan), Demokrat harus bisa menertibkan orangnya, jangan seperti Ruhut, karena ucapannya tidak pantas," kata pengamat politik dari UI, Andrinof Chaniago, Kamis (7/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makna bangsat itu kata yang selalu dipakai untuk memaki atau menghina, sangat tidak pantas," tegasnya.
Senada dengan Andrinof, Arbi Sanit juga mengkritisi pernyataan Ruhut. Bahkan tindakan Ruhut dianggap sudah masuk ke dalam tingkat kekerasan politik.
"Itu bagian dari kekerasan politik di dalam etika berdemokrasi," kata Arbi.
(mok/nrl)










































