Polisi Korban Perampokan di Solo Naik Pangkat Anumerta

Polisi Korban Perampokan di Solo Naik Pangkat Anumerta

- detikNews
Selasa, 13 Apr 2004 14:56 WIB
Jakarta - Abrip Chumaidi, polisi yang tewas ditembak perampok saat mengawal pengambilan uang milik Bank Bukopin di Swalayan Goro Assalam, Sukoharjo, Senin kemarin dinyatakan gugur dalam menjalankan tugas. Dia dinaikkan pangkatnya setingkat secara anumerta menjadi Bripda. Namun demikian secara prosedural almarhum tidak berwenang melakukan pengawalan uang bank.Hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Didi Widayadi kepada wartawan di Mapolwil Surakarta, Selasa (13/4/2004) siang, seusai mendengarkan paparan dari jajaran Polwil Surakarta. Didi mengatakan, kenaikan pangkat anumerta untuk almarhum tersebut atas perintah dari Kapolri."Kapolri menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas tewasnya salah seorang anggota kami dan luka yang dialami dua satpam dalam perampokan uang milik Bank Bukopin tersebut. Beliau juga memerintahkan dan menyetujui kenaikan satu tingkat kepangkatan kepada almarhum secara anumerta," kata Didi.Namun Didi juga memaparkan bahwa sebetulnya tugas Chumaidi adalah pengamanan statis di dalam gedung atau kantor Bank Bukopin, sehingga tidak seharusnya melakukan pengawalan uang bank. Karena untuk tugas pengawalan ada prosedur tersendiri, yaitu minimal dilakukan oleh dua orang anggota dan dilengkapi dengan persenjataan yang lebih memadai."Almarhum merupakan salah satu dari 149 personel Polri yang menjadi anggota Pam Statis di 46 kantor bank di Solo. Sebetulnya di Solo ini ada 79 personel lain yang bertugas melakukan pengawalan uang, almarhum bukan merupakan salah satunya. Jadi tugasnya sebetulnya hanya di dalam gedung," papar Didi.Meskipun demikian Didi berharap semua pihak tidak mengambil kesimpulan dini dengan memojokkan siapa pun dalam kasus itu. Polisi, lanjut Didi, masih akan melakukan investigasi dan penyelidikan lebih lanjut dengan mendengar keterangan berbagai pihak untuk mendapatkan kesimpulan atas alasan apa Chumaidi melakukan pengawalan uang bank yang berujung pada kematiannya itu."Kami akan melakukan penyelidikan lebih dulu untuk mengetahui bagaimana mekanismenya. Dengan kejadian ini kami harapkan tidak akan ada lagi kesalahan prosedur yang bisa berakibat fatal seperti ini. Semua pihak harus mematuhi standard operational procedure (SOP). Tapi saat-saat ini kami lebih dulu memikirkan yang sakit dan keluarga korban," ujar Didi.Didi juga belum bersedia mengungkapkan tentang hasil olah TKP dan penyelidikan yang dilakukan anggotanya. Dia hanya mengatakan bahwa sejauh ini belum ditemukan selongsong peluru yang ditembakkan oleh pelaku perampokan. Sedangkan proyektil yang ditemukan sedang dilakukan uji balistik tanpa mau merinci peluru itu dari senjata jenis apa.Namun yang jelas kata Didi, perompok memang sejak awal berniat menghabisi nyawa korban. Hal tersebut dapat dilihat dari arah tembakannya. "Tembakannya mengarah ke tubuh dan kepala. Kalau hanya ingin melumpuhkan pasti tembakan ke arah kaki. Tapi sampai kapan pun kami akan mengejar para pelakunya," tegas Didi.Sesuai dari Mapolwil Surakarta, Didi langsung menuju RSI Surakarta untuk menjenguk Satpam Bank Bukopin Achmad Fathoni dan Satpam Goro Lutfi Hasibuan yang keduanya harus dirawat karena terkena tembakan di pelipis dan kaki. Selanjutnya menemui keluarga almarhum Chumaidi di rumah duka Jl Malabar Selatan 18, Mojosongo, Solo.Hari ini juga jenazah almarhum akan dimakamkan di daerah asalnya yakni di pemakaman Rogo Mulyo di dukuh Ngegot, Sumber Agung, Klego, Boyolali. Almarhun meninggal dalam usia 46 tahun, meninggalkan seorang istri Sri Hartini dan tiga orang anak, seorang masih duduk di bangku kuliah sedangkan dua lainnya masih di SLTA. Perampok sendiri berhasil menggasak Rp 600 juta. (nrl/)


Berita Terkait