Β
"Ini malah membuat legitimasi pansus hilang dan rendah. Ini merusak pansus. Akhirnya substansi kerja pansus bergeser pada hal-hal lain yang tidak seharusnya," ujar Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang kepada detikcom, Rabu (6/1/2010).
Menurut Sebastian, DPR sama saja dengan anggota dewan yang terhormat. Dikatakan terhormat sebab mereka adalah orang-orang pilihan yang dipercaya masyarakat karena memiliki tingkat intelektual yang bagus dan integritas baik serta kepatutan dalam masyarakat.
"Dalam kode etik DPR juga dikatakan, sebagai anggota terhormat, wajib menjaga etika sopan dan santun dalam berbagai sidang," ujar Sebastian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau seorang terhormat seringkali tutur katanya justru tidak santun, maka layakkah dia menyandang predikat anggota terhormat? Sekali dia menjadi Anggota DPR, seharusnya Ruhut harus bisa bersikap dan bertutur," jelasnya.
(amd/mok)











































