"Pertemuan dengan dengan pihak Bandara Timika dan Garuda rencananya dijadwalkan besok Kamis (7/1)," ujar Kapuskom Publik Dephub Bambang S Ervan kepada detikcom, Rabu (6/1/2010).
Bambang menjelaskan, pertemuan akan dilakukan di kantor Dephub Jl Medan Merdeka Barat pada pukul 10.00 WIB. Adapun jadwal pertemuan akan membahas permasalahan soal penolakan pengisian bahan bakar pesawat Garuda di Bandara Timika pada 3 Januari lalu. Selain itu, Dephub ingin meminta keterangan secara jelas kondisi sebenarnya tentang kejadian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, pada 3 Januari lalu Garuda tak mendapat pasokan BBM saat mendarat di bandara yang dikelola Freeport tersebut. Diduga hal itu dipicu atas penolakan pilot Garuda GA 652 saat berada di Jayapura pada keinginan tiga bos Freeport agar diangkut pesawat tersebut. Penolakan didasari karena mereka mengantongi tiket GA 653 alias penerbangan selanjutnya.
Saat pilot mendesak untuk mendapatkan BBM, pengelola bandara mengeluarkan surat penghentian pengisian BBM pada Garuda di Timika. Surat itu dicabut sehari kemudian dan direvisi menjadi 'pengurangan' BBM. Sedangkan Merpati tidak mendapatkan surat serupa. Garuda yang merasa tak mendapatkan jaminan BBM
sehingga menganggu keselamatan, akhirnya memindahkan penerbangannya dari Timika ke Biak.
(ape/mok)











































