Penampungan Sampah Terpadu Bojong Siap Operasi Bulan Juli
Selasa, 13 Apr 2004 12:46 WIB
Jakarta - Warga Jakarta akan memiliki tempat pembuangan sampah baru yang ramah lingkungan, yakni Tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bojong, Bogor, Jawa Barat. TPST yang siap beroperasi sekitar bulan Juli tahun ini akan menggunakan tiga sistem pengolahan, yakni dengan bala press, incinerator, dan pengolahan air lindi dengan sistem fermentasi.Menurut Direktur Utama PT Wiraguna Sejahtera Sofyan Hadi Wijaya, investor pembangunan TPST Bojong, TPST ini akan jadi proyek percontohan pengolahan sampah yang ramah lingkungan.Proyek ini akan menggunakan lahan seluas 35 hektare. Dari lahan seluas ini hanya empat hektare yang digunakan untuk pengolahan sampah, sisanya untuk program penghijauan."Ketiga sistem itu cocok digunakan di Indonesia. Namun perlu penyempurnaan sehingga pada waktu operasionalnya sekitar bulan Juli dapat berjalan sempurna," kata Sofyan Hadi Wijaya usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di Balai Kota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/4/2004), untuk menyampaikan laporan pembangunan TPST Bogor.Menurut Sofyan, nantinya tiap hari akan ada 2.000 ton sampah yang diolah di TPST Bojong. "Prinsipnya sampah datang hari ini, dan tidak boleh menginap. Dua ribu ton per hari harus diolah sampai habis."Proyek ini juga akan melibatkan sekitar seribu orang pemulung untuk memilah-milah sampah organik dan nonorganik di TPST Bojong. "Respon masyarakat sekitar cukup bagus. Nantinya akan dibentuk koperasi oleh Pemkot Bogor yang menampung seribu orang pemulung untuk memilah sampah di TPST Bogor," jelas Sofyan.Dijelaskan, dalam proses pengolahannya sampah akan dibagi dalam delapan ban berjalan atau conveyer. Kemudian sampah dibawa oleh conveyer sepanjang 33 meter. Pemulung hanya tinggal berdiri di samping convenyer dan boleh mengambil sampah semampu mereka bawa. Sisanya baru akan diproses dengan tiga sistem yang ada."Sampah yang diolah dengan incenerator akan dibakar. Sisa pembakaran yang berupa abu akan kita serahkan kepada penduduk untuk dibuat batako. Untuk bak penampungan air sampah atau air lindi TPST Bojong memiliki tiga buah tangki. Tangki pertama luasnya 100 meter kubik, yang kedua 450 meter kubik, dan yang ketiga 800 meter kubik," jelas Sofyan.Ditambahkan Sofyan, ukuran bak penampungan air berbeda-beda karena setelah dicoba kandungan air lindinya sangat tinggi. Sehingga perlu dibuat bak penampungan yang lebih besar.
(gtp/)











































