Howard: WN Australia Tidak Perlu Tinggalkan Irak

Howard: WN Australia Tidak Perlu Tinggalkan Irak

- detikNews
Selasa, 13 Apr 2004 11:35 WIB
Jakarta - Rangkaian insiden penculikan warga asing tengah melanda Irak. Namun pemerintah Australia menyatakan bahwa warga sipilnya yang bekerja di Irak tidak perlu meninggalkan negeri itu.Demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Australia John Howard, seperti dilansir situs News.com.au, Selasa (13/4/2004)."Semua orang berada pada risiko tertentu dan kami sebisa mungkin terus melakukan kontak lewat kantor kami dengan 60-80 kontraktor Australia (di Irak)," tutur Howard. "Saya tidak menyuruh mereka untuk pergi," imbuh pemimpin negeri Kangguru itu.Statemen ini disampaikan Howard berkaitan dengan gelombang penculikan warga asing yang saat ini tengah marak di Irak. Sedikitnya 11 WN Rusia, 9 WN Amerika dan 2 WN Chechnya dilaporkan diculik atau hilang hari ini.Sementara kedutaan Cina di Baghdad mengkonfirmasi bahwa tujuh pekerja Cina, yang diculik akhir pekan lalu di Fallujah, kini telah dibebaskan. Mereka semua dalam kondisi sehat.Sebelumnya, sembilan warga asing, termasuk kontraktor Inggris, Gary Teeley yang diculik kelompok-kelompok bersenjata di Irak, juga telah dibebaskan kemarin, Senin (12/4/2004).Namun tiga WN Jepang yang disandera gerilyawan Irak, hingga kini nasibnya belum jelas. Seorang diplomat Jepang mengatakan bahwa tidak ada kemajuan dalam upaya membebaskan ketiga tawanan itu."Sejauh ini kami tidak ada kemajuan. Sampai sekarang kami belum dapat informasi yang pasti mengenai keselamatan mereka dan keberadaan mereka," tukas seorang diplomat Jepang. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads