Obama dengan tegas menyebut insiden tersebut sebagai kesalahan intelijen yang tak bisa diterima. "Semakin jelas bahwa intelijen tidak sepenuhnya dianalisa," kata Obama.
"Itu tak bisa diterima dan saya tak akan mentolerirnya," cetus Obama seperti dilansir kantor berita AFP.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Obama yang disiarkan stasiun televisi itu disampaikan setelah rapat penting guna membahas percobaan peledakan pesawat Northwest Airlines.
Rapat tersebut diikuti oleh para pimpinan CIA, FBI, Badan Keamanan Nasional dan Pusat Kontraterorisme Nasional serta Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Menteri Pertahanan Robert Gates.
Dalam pertemuan di Gedung Putih itu, Obama secara lugas menyerukan perbaikan segera sistem keamanan dalam negeri AS yang lemah.
"Ini kesalahan yang bisa mendatangkan malapetaka," kata seorang pejabat AS mengutip pernyataan Obama dalam rapat tersebut.
Umar Farouk Abdulmutallab asal Nigeria, berhasil naik ke pesawat Northwest Airlines dengan menyembunyikan bahan peledak yang dijahit ke celana dalamnya.
Pria berusia 23 tahun itu mencoba meledakkan bom tersebut namun gagal. Dengan cepat dia dibekuk oleh penumpang dan kru pesawat. Umar Farouk mengaku telah dilatih untuk misi itu oleh anggota Al Qaeda di Yaman.
(ita/nrl)











































