Harga tinggi untuk Membongkar Gurita Cikeas misalnya dilakukan pedagang asongan di Perempatan Permata Hijau, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (6/1/2009).
Di Perempatan Permata Hijau itu, Darmo, salah seorang pedagang asongan tampak menawarkan buku kontroversial itu ke sejumlah pengendara bermotor yang lewat.
Tidak banyak buku yang ditawarkan Darmo. Ia hanya memegang satu buku. Tapi yang mengejutkan, dia menjual buku jauh di atas banderol harga resmi di toko buku yang sebesar Rp 36 ribu.
"Rp 150 ribu," ujar Darmo ketika ditanya detikcom tentang harga buku itu. Darmo memang membuka peluang untuk tawar menawar. Namun ia tetap tidak akan melepas buku dengan harga seperti harga resminya.
"Kalo cuma Rp 50 ribu nggak dikasih. Sudah susah ini bukunya. Cari di tempat lain juga susah dapatnya. Ini juga cuma satu-satunya," jelas Darmo.
Dari 4 pedagang asongan di perempatan itu, cuma Darmo saja yang menjajakan buku itu.
Darmo pun berlalu dan menjajakan kembali buku itu. Tidak lama sebuah mobil Toyota Avanza warna silver menghampiri dirinya. Pengendara mobil itu tampak menunjuk-nunjuk buku karangan George itu. Tampak terjadi tawar menawar di antara mereka. Namun, tampaknya buku itu tidak berhasil berpindah tangan.
(nwk/iy)











































