"Dasar pembentukan mereka sangat lemah. Kalau ingin mewujudkan visi-misi harusnya dengan adanya perampingan bukan penambahan," ujar Peneliti Hukum dan Politik Anggaran Indonesia Budget Center (IBC) Roy Salam saat berbincang dengan detikcom, Rabu (6/1/2010).
Roy mensinyalir jika wakil menteri hanya digunakan oleh SBY untuk mengontrol menteri yang saat ini ada. "Bisa jadi ini sebagai second opinion bagi SBY terhadap menteri yang ada. Tapi itu akan lebih gamblang kalau SBY nantinya menambah lagi jumlah wakil menteri," tambahnya.
Di sisi lain Roy juga menilai jika pemberian jabatan wakil menteri hanya untuk bagi-bagi jatah para tim sukses kampanye SBY. "Itu bisa jadi mengingat tidak ada urgensinya sama sekali jabatan wamen itu," tambahnya.
Bagi Roy dengan adanya wakil menteri dipastikan akan menggerogoti anggaran negara mengingat setiap wakil menteri akan mendapatkan fasilitas diatas Dirjen.
"Gaji dan tunjangan sudah pasti, kesehatan, perumahan penambahan ruangan baru. Belum soal administrasi di kementerian masing-masing," pungkasnya.
Lima orang yang dilantik SBY untuk menempati posisi baru sebagai wakil menteri adalah:
1. Dipo Alam (Sekretaris Kabinet)
2. Anggito Abimayu (Wakil Menkeu)
3. Syafrie Syamsuddin (Wakil Menhan)
4. Fazli Djalal (Wakil Mendiknas)
5. Fahmi Idris (Wakil Menkes)Sebelumnya, Presiden telah melatik Wakil Menteri Pertanian, Wakil Menteri PU, Wakil Menhub, Wakil Mendag dan Wakil Menperin. Ditambah Wakil Menlu, total jumlah wakil menteri ada 11 orang. (her/mad)











































