Pria Misterius Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Las Vegas

Pria Misterius Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Las Vegas

- detikNews
Rabu, 06 Jan 2010 02:35 WIB
 Pria Misterius Lepaskan Tembakan Brutal di Pengadilan Las Vegas
Las Vegas - Ini bukan kisah film aksi gaya Hollywood. Namun benar-benar terjadi di sebuah Pengadilan Las Vegas, Amerika Serikat (AS). Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan secara brutal hingga menewaskan seorang penjaga keamanan dan melukai seorang Deputi US Marshal.

Pejabat FBI menolak untuk memberikan identitas penembak dan menjelaskan apa motif penembakan. Namun dipastikan insiden tersebut bukan aksi terorisme.

"Pada titik ini, kami percaya itu adalah penembak tunggal, tindakan kriminal, bukan aksi teroris," kata agen FBI Dickey seperti dikutip dari AFP, Rabu (6/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dickey, FBI akan menindaklanjuti aksi brutal tersebut. Dickey mengklaim belum mengetahui motif pelaku melakukan penembakan.

"Kami menindaklanjuti, untuk menentukan mengapa orang ini melakukan apa yang dia lakukan hari ini. Itu akan memakan waktu, kami tidak akan melepaskan nama orang ini pada saat ini," tuturnya.

Sebelumnya, sang pelaku masuk melalui Lloyd D George Federal Courthouse. Ia lalu menarik senapan secara sembunyi-sembunyi dari jaketnya dan mulai menembak tanpa pandang bulu.

Akibatnya, seorang petugas keamanan Stanley W. Cooper (65) terbunuh. Cooper adalah seorang pensiunan veteran dari Departement Police Metropolitan Las Vegas dan bekerja di pengadilan sejak tahun 1994, juru bicara Departemen Kehakiman AS Jeff Carter.

Dickey menjelaskan, tujuh perwira federal dan personel keamanan lainnya dari gedung pengadilan mengejar tersangka setelah ia melepaskan tembakan. Akhirnya, pelaku berhasil ditembak saat akan melarikan diri.

Jaksa Agung AS Eric Holder menyebut penembakan tersebut adalah resiko setiap aparat penegak hukum. Eric berharap insiden ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih waspada. "Tragis, ini akan mengingatkan resiko yang diambil oleh aparat penegak hukum setiap hari agar lebih waspada menjaga diri," tandas Eric.

(ape/her)


Berita Terkait