"Garuda Indonesia akan melakukan pengkajian dahulu menyangkut pelayanan penerbangannya ke Timika, mengingat masih perlu dilaksanakannya penyelesaian aspek administratif, dan pasokan bahan bakar yang disediakan hanya sebanyak 9.000 liter per hari," kata Vice President Corporate Communication Garuda Pujobroto.
Hal itu disampaikan Pujobroto dalam siaran pers Garuda Indonesia yang diterima detikcom, Selasa (5/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sesuai ketentuan IOSA (IATA Operational Safety Audit, sertifikasi keselamatan penerbangan internasional yang dikeluarkan oleh Asosiasi Perusahaan Penerbangan Internasional- IATA), syarat bahan bakar harus mencukupi untuk melakukan penerbangan.
"Untuk menerbangi suatu rute tertentu, Garuda juga harus memastikan tersedianya 'reserve fuel' (bahan bakar cadangan) yang harus diangkut, yang diperlukan apabila pesawat sampai harus melakukan holding, atau apabila pesawat sampai harus mengalihkan tempat pendaratannya," urainya.
Kebutuhan bahan bakar yang cukup, lanjut Pujo, juga sangat diperlukan berkaitan dengan kondisi cuaca di berbagai daerah atau kota tujuan yang sering tidak menentu saat ini.
"Di mana hal tersebut sangat memerlukan kepastian tersedianya bahan bakar yang cukup," tutupnya.
(ndr/iy)











































