Pernyataan tersebut disampaikan oleh Komunitas Lintas Iman saat mengadakan jumpa pers di Wahid Institute, Jl Taman Amir Hamzah, Jakpus, Selasa (5/1/2010).
Komunitas ini terdiri dari puluhan tokoh dengan berbagai latar belakang. Mereka antara lain Romo Benny Susetyo, Franz Magnis Suseno, Siti Musdah Mulia, Albertus Patty, Ulil Abshar-Abdalla dan Rieke Diah Pitaloka.
"Pemberian gelar pahlawan nasional akan menjadi tonggak sejarah dan
penghormatan pemerintah serta rakyat terhadap perjuangan Gus Dur sebagai tokoh besar," ujar executive director International Center for Islam & Pluralism Syafi'i Anwar.
Komunitas ini juga meminta agar nama Gus Dur lebih dulu dibersihkan terkait kasus Buloggate dan Bruneigate. Kedua kasus tersebut akhirnya menjatuhkan Gus Dur dari kursi presiden 2001 silam.
"Namun hingga kini Gus Dur tidak terbukti melakukan hal tersebut," jelas Anwar.
Direktur Wahid Institute Ahmad Suaedy menilai, pemerintah harus memberikan pernyataan resmi soal dua kasus yang telah menjatuhkan Gus Dur tersebut. Namun Ahmad tidak merinci bagaimana teknis pembersihan nama Gus Dur dilakukan.
Ahmad Suaedy juga menyatakan pihaknya sedang mengupayakan menjadikan tanggal wafatnya Gus Dur yakni 30 Desember, sebagai hari pluralisme Indonesia.
(mok/nik)











































