KPU Tak Diganti, Gus Dur Khawatirkan Krisis Konstitusional

KPU Tak Diganti, Gus Dur Khawatirkan Krisis Konstitusional

- detikNews
Senin, 12 Apr 2004 18:54 WIB
Semarang - Dorongan-dorongan yang menyudutkan KPU terus bergulir. Hal ini disebabkan kecurangan pemilu tak bisa lagi ditolerir. Terutama kecurangan yang berkaitan dengan proses penghitungan suara.Salah satu pelopor Aliansi Parpol Menolak Pemilu Gus Dur menyatakan gerakan menolak pemilu dengan meminta KPU diganti bukan masalah kalah-menang. "Ini masalah penegakan demokrasi," kata Gus Dur kepada wartawan ketika transit di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Senin (12/4/2004).Deklarator PKB ini juga mengatakan KPU sangat tolol. Agenda dan kerja-kerjanya tak pernah becus. "Saking tololnya, ketua, wakil ketua, dan sekjen harus cepat-cepat diganti agar proses pemilu bisa berjalan dengan baik," tuturnya.Kalau KPU tak mau diganti, lanjut Gus Dur, dirinya khawatir muncul krisis konstitusional. Hal ini terjadi ketika pihak yang bersengketa sama-sama mempertahankan posisinya. Tak ada kompromi. Mengenai PKS yang menyatakan belum menyatakan sikap menolak pemilu meski sudah masuk aliansi, Gus Dur menjawab," Itu urusan PKS. Kalau PKS keluar juga nggak apa-apa kok. Aliansi tetap jalan terus." Mantan Ketua Umum PBNU ini malam nanti akan menggelar pertemuan antaranggota aliansi. Mereka akan membahas langkah-langkah untuk menentukan sikap dan tindakan yang lebih konkrit."Demokrasi memang mahal harganya. Tapi, kita harus membayarnya. Kalau nggak, kita nggak bakalan maju," ungkapnya.Gus Dur mengecam pihak-pihak yang tidak mengerti masalah tapi ikut berkomentar. Misalnya, Forum Rektor. "Forum Rektor itu tidak tahu apa-apa. Komentar mereka menunjukkan mereka tidak tahu masalah. Kalau nggak tahu masalahnya mending diam saja," demikian Gus Dur. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini