PDIP Masih Unggul di Solo

PDIP Masih Unggul di Solo

- detikNews
Senin, 12 Apr 2004 18:44 WIB
Solo - Penghitungan suara sementara hasil Pemilu di Kota Solo menunjukkan bahwa PDIP masih memperoleh dukungan paling kuat. Perolehan suara sementara untuk kursi DPR RI menempatkan PDIP, PAN, Partai Demokrat, Partai Golkar, dan PDS pada posisi lima besar di kota bengawan. PDIP jauh meninggalkan yang lain dengan mengumpulkan 54.154 suara. Sedangkan di posisi kedua, PAN baru memperoleh 20.825 suara, selanjutnya Partai Demokrat memperoleh 16.566 suara, Partai Golkar 15.981 suara, dan PDS mengumpulkan 14.272 suara.Dengan perolehan suara ini, meskipun diprediksi akan terjadi penurunan perolahan suara, masih menunjukkan PDIP masih mampu mempertahankan predikat kota kandang banteng untuk Solo. Pada Pemilu 1999 lalu PDIP mampu meraup kemenangan telak 56 persen suara. Sedangkan pada Pemilu kali ini PDIP dimungkinkan hanya akan mengumpulkan suara 35 hingga 40 persen.Gus Mus Tetap Dapat SuaraUntuk suara DPD, Nama Mangkunegoro IX masih tetap mendapat dukungan terbanyak di Solo. Dari 133.919 suara yang sudah masuk di KPU Solo, peguasa istana Mangkunegaran tersebut untuk sementara telah mengantongi 48.631 suara. Saingan tedekatnya adalah Ketua DPW Muhammadiyah Jawa Tengah, Dahlan Rais yang mendapatkan dukungan sementara 15.710 suara.Jawa Tengah merupakan daerah terbanyak untuk DPD. Terdapat 54 nama yang 'mengadu nasib' sebagai calon anggota DPD. Seharusnya terdapat 55 calon namun satu di antaranya, yakni KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus, mundur dari pencalonan. Akhirnya kotak nomor 22 pada kartu suara yang seharusnya diisi foto Gus Mus dikosongkan tanpa diberi nama.Namun demikian masih ada juga orang yang memilihnya. Untuk penghitungan sementara di KPU Kota Solo misalnya, 'Gus Mus' telah mengumpulkan 44 suara. Mereka tetap mencoblos kolom kosong yang ada di kartu suara yang sebelumnya menjadi nomor urut pengasuh Ponpes Raudlatuth Thalibin, Rembang, tersebut.Di sebuah TPS di Kabupaten Karanganyar, bahkan perolehan suara untuk kolom 'Gus Mus' itu lebih menarik lagi. Di TPS 38, Desa Ngringo, Jaten, Karanganyar, terdapat 22 suara yang mencoblos kolom kosong tersebut. Tidak diketahui secara pasti tentang alasan 22 pemilih itu mencoblos kolom yang ditinggalkan Gus Mus tersebut. Padahal kawasan tersebut juga bukan daerah basis NU.Salah seorang pemilih bernama Suroto mengaku bahwa dimungkinkan kebanyakan yang memilih adalah anak-anak muda yang tidak punya pilihan untuk mencoblos calon anggota DPD. Dia sendiri termasuk salah satu dari 22 orang pencoblos kolom tersebut."Saya tahu kolom kosong itu semula nomor urut Gus Mus yang kemudian mundur. Tapi saya tidak yakin teman-teman yang lain mengetahuinya. Mereka memilih kolom itu hanya karena tidak memiliki pilihan. Dari 54 foto dan nama yang terpampang itu tidak ada satupun yang kami kenal. Daripada salah milih orang yang tidak kami ketahui moralnya, lebih baik pilih kolom kosong," ujar Suroto. (mbr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads