Menhub: Apa Itu Sentimen? Itu Mesti Ditanya

Freeport vs Garuda

Menhub: Apa Itu Sentimen? Itu Mesti Ditanya

- detikNews
Selasa, 05 Jan 2010 13:35 WIB
Menhub: Apa Itu Sentimen? Itu Mesti Ditanya
Jakarta - Menhub Freddy Numberi menyatakan perseteruan PT Freeport dan Garuna terkait pasokan BBM hanya insiden kecil. Bagi dia, yang harus digali duduk permasalahannya.

"Itu insiden kecil saja. Tetapi mesti ditanya lagi ada masalah apa, apa itu sentimen?" kata Menhub Freddy Numberi usai menghadiri penyerahan Daftar Isian Pagu Anggaran (Dipa) di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (5/1/2010).

Menhub menyatakan hal itu saat ditanya wartawan mengapa surat pengurangan BBM oleh PT Freeport hanya ditujukan pada Garuda, sedangkan Merpati tetap mendapat pasokan normal.

"Papua itu paling gampang dipolitisir, Garuda masuk, Merpati masuk, bisa minta merdeka lagi dia," kilah Freddy.

Ketika ditanya soal Bandara Mozes Kilangin yang sudah ditingkatkan statusnya dari privat ke umum, dengan tidak melayani BBM untuk pesawat apakah itu tidak menyalahi status bandara umum yang berkewajiban memberikan pelayanan termasuk BBM, Menhub berharap segera ditemukan solusinya.

"Betul, itu yang belum. Mudah-mudahan segera kita temukan solusinya. Tetapi itu kan bukan tanggung jawab dia (Freeport), itu tanggung jawab pemerintah. Pemerintah yang harus melihat kebutuhan dan mendorong itu," kata dia.

Solusi itu adalah masuknya Pertamina ke Bandara Mozes Kilangin untuk menyediakan avtur. "Kalau Pertamina tidak bisa, kita kasih ke swasta lainnya. Karena pelayanan masyarakat sangat penting," ujar Freddy.

Bandara Timika didarati oleh Airfast sebagai mitra Freeport, Garuda dan Merpati. Pada 3 Januari Garuda tak mendapat pasokan BBM saat mendarat di bandara yang dikelola Freeport tersebut.

Diduga hal itu dipicu atas penolakan pilot Garuda GA 652 saat berada di Jayapura pada keinginan 3 bos Freeport agar diangkut pesawat tersebut, padahal mereka mengantongi tiket GA 653.

Pada 3 Januari pula, Freeport mengeluarkan surat penghentikan pengisian BBM pada Garuda. Surat itu dicabut sehari kemudian dan direvisi menjadi 'pengurangan' BBM. Sedangkan Merpati tidak mendapatkan surat serupa. Garuda yang merasa jaminan atas BBM-nya tidak terpenuhi, akhirnya memindahkan penerbangannya dari Timika ke Biak.

(aan/nrl)


Berita Terkait