Tindakan Bos Freeport Gaya Orba

Freeport vs Garuda (updated)

Tindakan Bos Freeport Gaya Orba

- detikNews
Selasa, 05 Jan 2010 12:35 WIB
Tindakan Bos Freeport Gaya Orba
Jakarta - Perseteruan PT Freeport dengan Garuda Indonesia diduga berawal dari penolakan Garuda pada tiga pejabat Freeport yang memaksakan ikut penerbangan GA 652, padahal mereka memegang tiket GA 653. Tindakan bos Freeport itu dinilai arogan dan bergaya Orde Baru.

"Menurut saya ini gaya zaman Orde Baru yaitu pejabat daerah bisa menghentikan pesawat terbang," kata pengamat kebijakan publik dan transportasi, Agus Pambagio, Selasa (5/1/2010).

Agus telah mengecek ke Garuda, Dephub dan Freeport, bahwa ada tiga nama bos Freeport, yaitu Presdir Armando Mahler, VP August Kafiar, dan VP Rusdian Lubis. Nama-nama itu masih tercantum di Freeport. Namun, kabarnya Rusdian Lubis sudah keluar dari Freeport sejak 2008. Namun, siapa di antara mereka yang ingin terbang dengan pesawat tersebut, Agus mengaku tidak tahu.

Di mata Agus, tindakan Garuda yang menolak mereka sudah sesuai aturan. Kalau menerima ketiga pejabat tersebut, Garuda harus mengatur bagasi, cek dokumen, dan lain-lain.

Agus mengatakan, kondisi pesawat yang dalam keadaan divert seperti Garuda saat itu juga tidak boleh menerima penumpang lagi. Tidak ada siapa pun yang bisa menghentikan pesawat. Sudah ada prosedur keselamatan yang diatur.

"Kan dia pesawat divert karena cuaca buruk. Penumpang nggak turun. Nggak boleh masukin penumpang lagi. Harus sesuai manifest," imbuhnya. (gus/nrl)


Berita Terkait