PB NU: Nolak Pemilu Sebabkan Krisis Konstitusi
Senin, 12 Apr 2004 16:06 WIB
Jakarta -
Sikap anti terhadap aliansi sejumlah elit parpol yang menolak Pemilu meluas. PB NU mengatakan, keputusan menolak pemilu akan mengganggu agenda penting negara lainnya."Sikap itu (menolak pemilu) juga akan menyebabkan krisis kekuasaan dan krisis konstitusi," kata Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di kantor PB NU Jl. Kramat Raya, Jakarta, Senin (12/4/2004).Hasyim juga mengatakan, PB NU berharap agar aliansi tersebut tidak terus melanjutkan niatannya. Sebaliknya, Hasyim meminta parpolparpol yang ada dapat melakukan kerjasama yang baik dengan berbagai pihak. "Hal-hal negatif itu semoga bisa diselesaikan di sini saja," ujar Hasyim.Bagaiman dengan PKB dan Gus Dur? Hasyim enggan menjawab secara lugas. Hasyim hanya mengatakan, PN NU tidak melakukan penilaian terhadap orang per orang."Tapi sikap tidak mengakui atau pun penolakan terhadap hasil pemilu itu kurang bijaksana. Kalau memang sampai terjadi akan ada beban baru pada bangsa," papar Hasyim.Hasyim juga menegaskan PB NU tidak akan mengambil tindakan apapun, termasuk melakukan tausiah, kepada PKB. Sebab, sambung Hasyim, secara struktural PB NU tidak memiliki hubungan dengan PKB. "Yang ada hanya hubungan aspirasi warga NU. Jadi tidak akan ada pertanggungjawaban secara institusi," ungkap Hasyim.
(djo/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































