Ahli: Antasari Tak Pernah Ancam Nasrudin Lewat SMS

Sidang Pembunuhan Nasrudin

Ahli: Antasari Tak Pernah Ancam Nasrudin Lewat SMS

- detikNews
Selasa, 05 Jan 2010 11:52 WIB
Ahli: Antasari Tak Pernah Ancam Nasrudin Lewat SMS
Jakarta - Saksi ahli informasi teknologi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Agung Harsoyo, berkesimpulan tidak ada SMS yang dikirim dari 6 nomor HP milik terdakwa Antasari Azhar kepada nomor HP milik Nasrudin Zulkarnaen pada bulan Februari hingga Maret 2009.Sebelumnya, jaksa mendakwa mantan Ketua KPK tersebut telah mengirim SMS yang berisi ancaman terhadap Nasrudin sepanjang periode waktu itu.

Kesimpulan tersebut diambil Agung setelah memeriksa Call Detail Record (CRD) nomor-nomor telepon seluler milik Antasari, Nasrudin, dan Sigid Haryo Wibisono. Agung meminta CDR itu kepada empat operator, yakni PT Tekomsel, PT Indosat, PT Mobile8, dan PT Exelcomindo berdasarkan penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Keenam nomor Antasari yang dianalisa Agung adalah 08121050455, 0888170466, 08889969688, 08889908899, 0888801005252, dan 08889601637. Nomor Nasrudin hanya satu, yakni 0811978245. Adapun Sigid juga mempunyai 6 nomor HP: 081807563999, 0818988889, 085814673333, 08588000489, 08889539889, dan
088801005250.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kesimpulan yang kami peroleh kami bagi menjadi 13 poin," kata Agung saat kembali menjadi saksi untuk ketiga kalinya dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa Antasari di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Selasa (5/1/2010).

Berikut kesimpulan Agung yang dibacakan di depan Ketua Majelis Hakim Herry Swantoro selengkapnya:

1. Selama Februari-Maret 2009, tidak tercatat SMS yang dikirim dari 6 nomor HP Antasari kepada nomor HP Nasrudin.

2. Selama Februari-Maret 2009, nomor HP Antasari 08121050455 tercatat ada 4 SMS incoming dari nomor HP Nasrudin 0811978245. Akan tetapi, tidak ada catatan SMS balasan dari Antasari.

3. Pada Februari 2009, nomor Antasari 08889908899 tercatat digunakan untuk menerima panggilan dari nomor Nasrudin dengan durasi selama 9 menit.

4. Pada Fabruari 2009, HP Nasrudin tercatat 205 SMS incoming yang tidak tercatat nomor pengirimnya. Upaya yang dilakukan ahli untuk mengkonfirmasi ke petugas operator mendapat jawaban yang tidak cukup. Menurut operator, data yang diberikan kepada penyidik adalah Roll CRD, artinya CDR bagian bawah.

5. Pada Februari 2009, tercatat 35 SMS incoming ke nomor HP Antasari 08121050455 dari nomor yang tidak teridentifikasi. SMS itu diperkirakan dikirim melalui webserver.

6. Selama Februari-Maret 2009, HP Antasari 08121050455 tidak sekalipun memiliki catatan digunakan untuk SMS atau percakapak ke Nasrudin maupun Sigid.

7. Selama Februari-Maret 2009, HP Antasari 08881700466 tidak sekalipun memiliki catatan digunakan untuk SMS atau percakapan ke Nasrudin, tapi pernah tercatat menerima 2 SMS incoming dari Sigid 08880105250 dan 08889539889.

8. Selama Februari-Maret 2009, nomor HP Antasari 08889969688 tidak sekalipun memiliki catatan digunakan untuk SMS atau percakapan ke Nasrudin ataupun Sigid.

9. Selama Februari-Maret 2009, nomor HP Antasari 0888990889 tidak sekalipun memiliki catatan digunakan untuk SMS atau percakapan ke Nasrudin maupun Sigid.

10. Selama Februari-Maret 2009, nomor HP Antasari 08889501677 tidak sekalipun memiliki catatan digunakan untuk SMS atau percakapan ke Nasrudin maupun Sigid.

11. Selama Februari-Maret 2009, nomor HP Antasari 088801005252 memiliki catatan digunakan untuk mengirim SMS ke Sigid sebanyak 33 kali SMS outgoing.

12. Selama Februari-Maret 2009, tidak ada catatan komunikasi SMS atau percakapan Nasrudin ke Sigid.

13. Selama Februari-Maret 2009, tercatat beberapa kali pengiriman SMS dari dan ke pemilik nomor yang sama. HP milik Antasari sebanyak 1 kali, sedangkan HP milik Sigid sebanyak 5 kali.

SMS ancaman yang diterima Nasrudin sebelum tewas ditembak pada 14 Maret 2009 itu berbunyi, "Maaf mas, masalah ini hanya kita yang tahu. Kalau sampai terblow-up, tahun sendiri konsekuensinya". Menurut jaksa, pada bagian terakhir SMS tersebut, terdapat inisial "AA" yang merujuk kepada Antasari.
(irw/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads