Anggota DPR: Seharusnya Freeport Tak Berlagak Seperti Cowboy

Anggota DPR: Seharusnya Freeport Tak Berlagak Seperti Cowboy

- detikNews
Selasa, 05 Jan 2010 09:08 WIB
 Anggota DPR: Seharusnya Freeport Tak Berlagak Seperti Cowboy
Jakarta - Permasalahan antara PT Freeport sebagai pengelola Bandara Internasional Mozez Kilangin, Timika dengan Garuda Indonesia disesalkan banyak pihak. Anggota DPR Akbar Faisal meminta Freeport untuk tidak berlagak seperti cowboy.

"Ini kan gaya cowboy Amerika. Orang Indonesia meniru seperti cowboy, karena begitu kagumnya sama orang Amerika, sehingga melabrak tata aturan yang disepakati," kata Akbar dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (5/1/2010).

Akbar yang merupakan anggota Komisi V DPR meminta Freeport ikut menjaga dan ikut mendorong serta memberi dukungan kepada Garuda dan maskapai lain untuk menjadi keselamatan dinomorsatukan. Sebab cara cowboy dengan melabrak aturan seperti ini akan membahayakan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait penolakan Garuda untuk tidak mengangkut bos PT Freeport dalam penerbangan Jayupura-Timika, Akbar menyatakan bahwa Garuda sudah memiliki SOP (standard operating procedure). "Pesawat Garuda yang seharusnya mendarat di Timika, akhirnya dialihkan ke Jayapura karena ada cuaca buruk. Di Jayapura, Garuda tentu tidak boleh menaikkan penumpang baru. Bisa saja ada penumpang baru, tapi kan harus mengurus dokumen, sehingga membutuhkan waktu yang lama," kata dia.

Seperti diketahui, Minggu (3/1/2010), pesawat GA 652 yang seharusnya mendarat ke Timika, dialihkan ke Jayapura, karena cuaca buruk. Saat pesawat tersebut akan berangkat dari Jayapura menuju Timika, bos PT Freeport yang mengantongi tiket untuk penerbangan GA 653 ingin ikut dalam penerbangan pesawat GA 652. Tentu, Garuda menolaknya, karena tidak ada dokumen atas nama bos Freeport itu.

Setelah bos Freeport ditolak, begitu pesawat itu tiba di Bandara Timika, Freeport sebagai pengelola bandara Timika menolak melayani BBM untuk Garuda. Sampai akhirnya, pesawat GA 652 terbang ke Biak untuk mengisi BBM.

Akbar Faisal meminta agar Freeport tidak menambah masalah di Indonesia. "Tolong, Freeport jangan menambah banyak masalah seperti ini. Jangan arogan," tegas Akbar.

Terkait upaya Departemen Perhubungan (Dephub) yang akan mempertemukan Garuda dan Freeport, Akbar menyambut baik. "Upaya Dephub bagus. Tapi, jangan dibuat-buat alasan seperti itu. Baik Freeport maupun Garuda, jangan sampai bersikap kekanak-kanakan," ujar dia.

Saat ditanya terkait pernyataan Freeport bahwa pengisian BBM terhadap Garuda tidak dilayani karena stok BBM menipis pada saat libur Natal dan Tahun Baru, Akbar tidak yakin. Jika memang alasannya itu, perlu dipertanyakan apakah Freeport juga tidak melayani BBM untuk maskapai penerbangan lain, seperti Airfast dan Merpati.

"Saya tidak yakin kalau Freeport beralasan itu. Saya lebih yakin karena ini ada ketersinggungan dan kekanak-kanakan Freeport," ujar politisi dari Partai Hanura itu.

(asy/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini