Mendagri Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi 21 Parpol
Senin, 12 Apr 2004 14:15 WIB
Jakarta -
Mendagri yang juga Menko Polkam ad interim Hari Sabarno mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh sikap aliansi 21 parpol yang menolak hasil pemilu dan meminta pemilu ulang. Alasannya, sikap seperti itu dapat menganggu stabilitas politik dan keamanan yang pada saat ini sudah relatif kondusif."Jadi, saya mengharapkan masyarakat secara menyeluruh untuk tidak terpengaruh oleh pernyataan-pernyataan atau sikap-sikap yang bisa mengganggu stabilitas polkam yang relatif sudah kondusif," kata Hari sebelum mengikuti rapat terbatas di Istana Negara, Jl.Medan Merdeka Utara, Jakpus, Senin (12/4/2004) yang membahas Tata Ruang Nasional.Menurut Hari, apabila ada kecurangan atau pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu, seyogyanya dilakukan dengan mekanisme dan aturan yang sudah ada. "Sebenarnya, saya tidak perlu menanggapi apa-apa karena mekanisme aturan kalaua ada orang yang keberatan terhadap hasil pemilu, apakah itu terjadi penyimpangan karena kesengajaan atau kekhilafan, itu bisa dirunut dan diurus dan ada prosedur hukumnya, dan tentunya sebenarnya parpol yang tergabung dalam aliansi menggunakan prosedur itu karena sah atau tidaknya pemilu bukan ditentukan oleh parpol peserta pemilu, tapi oleh KPU sebagai lembaga nasional, independen, dan mandiri," papar Hari.Jadi aliansi parpol tidak tahu aturan dong? "Saya tidak mau mengatakan itu," elak Hari.Hari menilai, sesungguhnya masyarakat sudah lebih dewasa, lebih bisa menerima. "Sehingga kalau ada yang tidak puas dengan hasil pemilu, ya silakan komplain pada rakyar karena itulah suara rakyat, adalah suara Tuhan," ungkapnya."Anda bisa boleh cerita kasus dari Sabang sampai Merauke, tapi ada aturan main. Kalau ada penyimpangan, kan ada panwaslu. jadi ya manfaatkanlah itu," imbuh pensiunan jenderal ini.Apakah Aliansi parpol telah memberi provokasi pada masyarakat? "Saya tidak ingin memberi komentar seperti itu. Biarlah masyarakat, pengamat independen, rakyat, wartawan, memberi komentar tentang langkah Aliansi. Yang penting, kami ingin menjaga jangan sampai masayrakat terpengaruh oleh keadaan hiruk-pikuk pernyataan itu," demikian Hari.
(nrl/)










































