Jika Pemilu Ulang Digelar, 21 Parpol Tambah Keok

Jika Pemilu Ulang Digelar, 21 Parpol Tambah Keok

- detikNews
Senin, 12 Apr 2004 12:10 WIB
Jakarta - Ini peringatan bagi 21 -- lain sumber menyebut 19 -- parpol penolak hasil pemilu 2004 dan penggagas pemilu ulang. Jika pemilu ulang itu benar-benar bisa digelar, maka parpol penolak hasil pemilu itu justru akan kian keok.Demikian disampaikan para pembaca detikcom yang merasa kecewa atas sikap Aliansi 21 Parpol Penyelamat Bangsa yang dimotori Gus Dur. Ingin tahu pendapat para pembaca yang nyaris 100% mengecam ide Gus Dur dkk itu? Berikut sebagian di antara mereka:Andi Amri:Nama saya Andi Amri. Saat ini sedang mengikuti program doktor di Kyoto University. Pada pemilihan 5 April, saya tidak menyalurkan aspirasi karena pertimbangan tertentu dan berencana akan menyalurkan aspirasi untuk pemilihan presiden yang akan datang, insya Allah.Terus terang, saya sangat sesalkan sikap 19 parpol yang menolak hasil pemilu, 5 April dan MENGECAM sikap mereka. Apakah mereka-mereka itu tidak sadar akan kerja-keras "BERDARAH DARAH" dari semua pihak, dari pusat hingga TPS; biaya yang dikorbankan, hingga pelaksanaan pemilu Walaupun saya tidak menyaksikan langsung proses pemilihan di Indonesia, tapi saya bisa bayangkan bagaimana sibuknya panitia, bagaimana antusiasnya pemilih datang berbondong-bondong ke TPS. Eeeee...hanya karena parpolnya tidak mendapatkan angka yang cukup signifikan, dengan sEmangnya kalo diulang, suaranya dijamin akan terdongkrak. TENTU TIDAK, sebab masyarakat akan menilai bahwa ke 19 parpol tersebut lebih mementingkan partainya daripada kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.Kalau pun diulang, darimana lagi kita mengutang untuk menyiapkan uang segopok untuk pengulangan pemilu tersebut. Emangnya ini pemilihan ketua kelas di SD. Pikir Dong....Kalo disinyalir bahwa sikap tersebut adalah "Manuver Politik", implikasinya sangat besar. Dengan itikat baAhmad Rengga:Saya sangat memahami benar apa yang dialami oleh aliansi partai - partai tersebut, karena banyak sekali pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh partai-partai besar dalam rangka melanggengkan kekuasaannya dengan segala cara. Sebetulnya menurut saya hati rakyat pun sangat Tetapi sekali lagi menurut saya, untuk mengulang PEMILU belum tentu menyelesaikan semua masalah, justru mungkin timbul banyak pertanyaan lagi. Apakah dg pengulangan pemilu dijamin tidak ada kecurangan lagi? Apakah rakyat mau ikutan lagi, yang kemarin saja banyak yang berkorbAris Purwanto,University of Tokyo - Japan:Adanya tuntutan pemilu ulang oleh 21 parpol peserta pemilu, sangat membingungkan, kenapa baru sekarang mereka menolak setelah ketahuan hasilnya? Saya melihat bahwa tokoh partai yang menolak pemilu adalah yang partainya tidak memperoleh suara yang signifikan dalam pemilu kaliAdilkah mereka menolak hasil pemilu? Di mana sebelumnya mereka senantiasa mendengung-dengungkan ke masyarakat supaya ikut berpartisipasi menyukseskan pemilu atau yang ngotot menuntut pemilu tidak boleh diundur. Apakah mereka tidak berpikir jauh apa akibatnya yang akan dialamMakin lama masyarakat akan merasa muak melihat tingkah polah para petinggi parpol yang hanya mementingkan kepentingan kelompoknya saja dan hanya menjadikan rakyat sebagai objek untuk mengantarkannya berkuasa. Semoga masih ada pemimpin yang mau mengerti jeritan nurani rakyat.Herry Santoso:Soal pemilihan umum ulang memang terlihat kurang bijaksana. Parpol yang menolak hasil pemilu harusnya mengungkapkan alasan kenapa menolak pemilu? Apabila ada kecurangan juga harus disertai bukti. Apabila di satu atau beberapa tempat yang dicurigai adanya kecurangan kan masihMemang tidak bisa kita pungkiri akan pemilu tahun ini kelihatan kurangnya persiapan. Hal ini dapat dilihat dengar terjadinya banyak hal yang di luar perkiraaan seperti salah logistik, banyak warga yg belum terdaftar sebagai calon pemilih(teman saya banyak yg tidak pemilu karAkhirnya saya tidak setuju dengar aksi penolakan pemilu tahun ini. Apa pun aksi mereka harus ada tindakan yang sesuai jalur demokrasi dan masih banyak pilihan untuk menghidari pemulu ulang. Pemilu ulang bisa dibayangkan apa akan terjadi? Hasil pemilu ulang juga akan ditolak Arifin:Saya heran..........sedih........Kenapa mereka menolak? Tidakah mereka menggunakan akal sehat, berpikiran positif,lapang dada,TABAH,SABAR dan TAWAKAL Kenapa rakyat yang selalu diatasnamakan.......Imam Supardi:Petinggi Parpol hanya mementingkan dirinya sendiri, mana janjinya berjuang untuk rakyat? harusnya mereka mikir, berapa biaya yang harus dikeluarkan lagi untuk penyelenggaraan pemilu ulang dan rakyat dapat apa dari pemilu ulang? Bukankah hanya mengganggu proses mencari nafkahnya rakyat? rakyat kita ini sudah susah, dan jangan ambil keuntungan dari rakyat bahkan justru rakyatlah yang harus diuntungkan.Gunawan:Saya ikut prihatin dengan apa yang terjadi dalam proses penghitungan suara Pemilu 2004, di mana penghitungan suara belum selesai namun sudah ramai2 ditolak oleh 21 dari 24 parpol kontestan. Ironisnya lagi penolakan terhadap hasil Pemilu diikuti dengan suara-suara yang menuntut pemilu ulang. Para politikus-politikus dan elit-elit parpol itu mungkin tidak pernah membayangkan bagaimana masyarakat kita dengan sukarela meninggalkan pekerjaan hanya untuk mengikuti coblosan 5 April 2004 lalu. Bahkan banyak di antaranya ang menyumbangkan segala macam keperluan coblosan seperti rumah,kursi, tenda,mobil, makanan, uang dan tak sedikit pula tenaga dan pikiran.Mereka (para elit parpol itu) mungkin juga tidak pernah peduli akan nasib para operator entri data maupun praktisi TI yang bekerja hampir non-stop 24 jam untuk mengejar target penghitungan. Apa yang mereka dapat? Yang didapat justru malah kecaman dan caci maki di media massa yang meragukan kevalidan penghitungan suara dan sebagainya. Tidak terbayangkan jika ada yang ngotot minta pemilu ulang, tentu masyarakat kita bukan saja akan apatis, tapi mungkin juga akan marah, lalu anarkis dan tidak akan peduli sama sekali dengan yang namanya parpol. Ketulusan rakyat kita untuk membawa perubahan bangsa ke arah yang lebih baik kiranya jangan dilecehkan dengan tuntutan pemilu ulang dari segelintir elit partai politik. Pada kasus-kasus terjadinya pelanggaran berat dan kecurangan yang berefek luar biasa atau di TPS-TPS yang terjadi kesalahan surat suara bisa dimaklumi untuk coblosan ulang pada TPS tersebut, tapi tidak lantas pemilu ulang secara nasional. Tapi kalau nanti elit-elit parpol itu nekat dengan tuntutannya....tak tahulah saya. Mau dibawa ke mana bangsa ini? (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads