Pihak intelijen AS mensinyalir ancaman dari Al Qaeda semakin menguat. Staf Presiden AS Barack Obama juga menyebutkan Kedubes AS di Yaman menjadi target utama.
"Kedubes masih ditutup hari ini. Kami terus memantau kondisi keamanan," ujar seorang diplomat AS yang tidak disebut namanya kepada Reuters, Senin (4/1/2009).
Yaman menghadapi pemberontakan muslim Syiah di utara dan gerakan separatis di selatan. Gerakan militan Islam dari Somalia pun berusaha masuk ke Yaman. Pihak berwenang terus memantau dua provinsi yang diduga menjadi basis Al Qaeda.
Kekhawatiran AS dan Inggris ini dipicu juga oleh upaya peledakan pesawat AS oleh warga Nigeria yang diduga dilatih Al Qaeda. Pemerintah AS menyebutkan Al Qaeda menjadikan mereka target terkait dukungan militer AS untuk membantu Yaman menghadapi para militan.
(fay/iy)











































