Pembaca: Catat, Saya Tak Mau Ikut Coblosan Ulang!

Pembaca: Catat, Saya Tak Mau Ikut Coblosan Ulang!

- detikNews
Senin, 12 Apr 2004 09:33 WIB
Jakarta - Hari baru beberapa menit berganti ke Senin, 12 April. Tapi Asep Juarna, pembaca detikcom, telah melayangkan uneg-unegnya kepada redaksi. Apalagi kalau bukan soal penolakan hasil pemilu oleh aliansi 21 parpol dengan Gus Dur sebagai tokoh sentralnya."Tolong sampaikan kepada 21 pimpinan parpol yang mengancam menolak keabsahan pemilu dan menuntut pemilu ulang, bahwa saya TIDAK AKAN MENGIKUTI PEMILU ULANG TERSEBUT," tegas Asep."Jika detikcom menyediakan fasilitas surat pembaca, saya yakin sebagian besar masyarakat akan sependapat dengan saya," sambungnya.Pembaca detikcom lainnya juga ramai-ramai menyuarakan aspirasinya. Inilah sebagian suara mereka:Rifenmaze Archibald:Menurut saya, gerakan aliansi menolak hasil pemilu lebih mencerminkan bahwa sebagian besar partai masih mementingkan dirinya sendiri, daripada kepentingan rakyat; walaupun mereka mungkin melakukannya dengan embel-embel 'atas dasar demokrasi'.Sebenarnya hasil pemilu kali ini bisa diprediksikan. Golkar dan PDIP tetaplah dua partai terkuat di indonesia, walaupun kehadiran beberapa partai baru yang terbilang 'kuat' akan merebut jumlah yang signifikan dari kedua partai tersebut.Dalam hal ini sebenarnya PDIP lebih dirugikan karena partainya baru saja melewati masa memimpin tanpa banyak perubahan berarti, sehingga masyarakatpun banyak yang kehilangan kepercayaan dan tak sedikit yang berpikir 'lebih baik orde baru'; walaupun partai orde baru dipimpin oleh seorang koruptor besar (yang tak terbukti)...Mungkin banyak sekali orang yang ingin memilih salah satu dari partai-partai baru tersebut, namun ragu, apakah akan ada orang-orang lain yang memilih partai baru; sehingga suara antara mereka pun terpecah antara 'partai baru' dan 'yang penting bukan golkar (yang mengindikasikan bahwa mereka kemungkinan besar akan memilih PDIP)'Itulah mengapa partai-partai baru, walaupun bisa berbicara banyak dalam pemilu ini, namun gagal menjadi nomer satu.Daniel Prastowo:Alasan di belakang penolakan pemilu, apakah karena banyaknya persentase penyimpangan/kecurangan/kesalahan (tabulasi, prosedur dsb) atau karena sikap emosional karena tidak siapnya kekalahan dari 19 parpol tsb?Kalau karena alasan yg pertama, coba dilihat lagi apakah signikan tidak penyimpangan proses pemilu tsb terhadap komposisi perolehan suara secara nasional? Kalau tidak ya jangan sampi diulang! Jauh lebih banyak ruginya: biaya (triliunan rupiah), waktu (mengganggu jadwal keseluruhan), psikologis (keresahan sosial masyarakat) dsb.Sementara pada saat pemilu 5 April lalu secara umum sudah diawasi oleh masing-masing partai di tiap TPS sebagai saksi, kalaupun sampai terjadi kecurangan akan bisa diselesaikan secara hukum lewat Mahkamah Konstitusi.Menurut saya tuntutan pemilu ulang = pelecehan martabat rakyat Indonesia.NB: padahal saya termasuk dirugikan oleh pemilu kemaren karena TIDAK TERDAFTAR (seolah-olah tidak dianggap sbg bagian dr WN RI), tapi demi kepentingan bangsa ya sudah to be or not to be yang penting ada perubahan ke arah yang lebih baik.Ismail Cawidu:Saya sangat terheran-heran menyaksikan penuturan Gus Dur dan Adnan Buyung di televisi mengatasnamakan 19 parpol menolak hasil Pemilu. Saya langsung emosi, marah bercampur sedih mendengar pernyataan itu. Enak saja parpol itu menolak hasil pemilu. Rakyat sudah susah-susah melaksanakan hak pilihnya dengan sadar, jutaan dari mereka yang harus berjalan kaki ke TPS-TPS, para petugas sudah mengorbankan tenaga, pikiran dan waktunya, ngitungin suara sampe tengah malam dan seabrek pengorbanan rakyat lainnya, hanya dengan seenak perut mau menolak.Keheranan saya tidak habis-habisnya mikirin Gus Dur dan Adnan yang dianggap sebagai tokoh bangsa ini bisa berpikiran seperti itu. Gus Dur dan Bung Adnan Buyung, cobalah istigfar, semoga Allah SWT memaafkan Anda berdua dari kekeliruan berpikir yang menyebabkan banyak orang terganggu perasaannya dan luka hatinya.Sejak semula saya berpikir , Pemilu ini adalah wadah yang efektif untuk membawa bangsa ini keluar dari krisis, tapi dengan pernyataan itu sungguh menyakitkan hati .....Penghitungan suara belum selesai eh udah ditolak. Gimana nanti kalau Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, gak bisa dibayangkan "Kepanikan" Gus Dur ....Saya ingin berdoa, "Allahummagfir li Abdurrahman Wahid Wa Adnan Buyung" min jami-il Maaz Wazzunub." Semoga Allah swt mengampuni dan rakyat tetap menepatkan kedua tokoh itu sebagai anak bangsa yang terhormat. Amin.Iwan:Bila ada kecurangan, kenapa harus diulangKalau karena kekalahan, kenapa tidak lapangSeandainya harus diulang, pikirkan dari mana uangHutang bangsa bertumpuk, siapa yang harus menopangah......Pemilu diulang, hanya bikin rakyat bimbang (nrl/)


Berita Terkait