Cholil Bisri: Aksi 21 Parpol Itu Hanya Bargaining Politik
Senin, 12 Apr 2004 09:03 WIB
Jakarta -
Jangan tertipu. Menurut Wakil Ketua MPR asal PKB KH Cholil Bisri, aksi 21 parpol yang menolak hasil Pemilu dan minta Pemilu ulang hanya bargaining politik terhadap parpol besar. Lalu bagaimana reputasi Gus Dur yang ikut aksi itu?"Politik tanpa kepentingan itu tidak mungkin. Itu hanya untuk bargaining parpol kecil dan beberapa yang cukup besar terhadap parpol besar. Itu biasa untuk mendapat deal-deal tertentu."Demikian disampaikan Cholil yang juga Wakil Ketua Umum Dewan Syuro PKB ini dalam percakapannya dengan detikcom melalui telepon di Jakarta, Senin (12/4/2004).Kalau begitu rakyat bisa mispersepsi atas aksi itu? "Begitulah politik. Lagipula penolakan itu tidak ada gunanya kok. Saya lihat Pemilu pasti dan harus jalan terus. Kalau dianulir, butuh cost yang besar. Kasihan rakyat harus menanggungnya," kata dia.Cholil mengaku lebih memandang persoalan tersebut dengan pertimbangan keagamaan dan kemanusiaan ketimbang politik. Bahkan dia menyampaikan sebuah pepatah dalam pesantren."Kalau tidak bisa diambil semua, jangan ditinggal semua. Artinya, tidak semua jelek. Pasti ada yang terbaik dari yang jelek-jelek itu," jelasnya sambil tertawa kecil.KPU Miskin PengalamanDia pun mengimbau semua parpol dan KPU duduk bersama. Meski ada kekurangan Pemilu, ada baiknya tetap diterima dengan catatan. Sebab yang namanya kesalahan, apapun itu, bisa saja terjadi."KPU akui saja kesalahannya karena miskin pengalaman. Mereka kan memang pengamat, bukan politik praktis. Tapi kalau sampai diulang, wah, itu kan uang rakyat, mau dapat biaya darimana lagi," tukas Cholil.Apalagi, lanjut dia, pelaku usaha pun sudah resah dengan aksi 21 parpol tersebut. Hal itu bisa dimengerti karena bisa mempengaruhi pasar."Jadi, berpikir lah demi rakyat. Jangan berpikir untuk menghamburkan uang rakyat," ujar Cholil yang berkali-kali berkilah saat ditanya tentang Gus Dur.Reputasi Gus DurGus Dur selaku Ketua Dewan Syuro PKB yang notabene merepresentasikan PKB ikut meneken penolakan hasil Pemilu dan minta Pemilu ulang. Dengan berbagai kecaman atas aksi itu, bukan tidak mungkin reputasi Gus Dur akan runtuh."Jangan bicara reputasi. Pikirkan tentang rakyat yang dikorbankan kalau Pemilu diulang," elaknya.Anda bertentangan dengan Gus Dur? "Bukan bertentangan, ini hanya beda pendapat. Saya berpikir berlandaskan kemaslahatan bangsa," tukas Cholil, lagi-lagi berkilah.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































