"Garuda Indonesia tidak akan menyampaikan permintaan maaf kepada Presdir Freeport, karena Garuda sudah menjalankan kegiatan operasional penerbangannya sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku," ujar Kepala Humas Garuda Pujobroto kepada detikcom, Senin (4/1/2009).
Pujo menegaskan bahwa dalam kejadian pesawat Garuda yang tidak diizinkan mengisi bahan bakar di Bandar Udara Timika, Garuda sama sekali tidak melakukan kesalahan. "Dan karenanya tidak ada dasar bagi Garuda untuk meminta maaf," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam melaksanakan kegiatan penerbangannya, Garuda mengutamakan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa dengan kenyamanan, antara lain menyangkut ketepatan waktu dan aspek keamanan," tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat yang dipiloti Manotar Napitupulu tak mendapat pasokan avtur di Bandara Timika. Mano lalu menemui pimpinan bandara. Pimpinan bandara menyatakan bahwa pesawatnya tak bisa diisi avtur dan direktur Garuda harus minta maaf. Diduga hal ini sebagai buntut dari penolakan pilot Garuda yang tidak bersedia mengangkut rombongan bos PT Freeport yang tidak masuk dalam manifest, saat pesawat berada di Jayapura.
Freeport telah menyangkal hal tersebut. Yang benar, karena stok BBM di Bandara Timika terbatas, sehingga Freeport lebih mengutamakan armadanya.
(nvc/nrl)











































