"Meminta pada pimpinan DPR untuk segera menjadwalkan prioritas rapat pimpinan DPR yang mengagendakan pengusulan kepada Presiden menyangkut pemberian gelar pahlawan kepada Gus Dur," kata Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo.
Hal ini disampaikan dia dalam sidang paripurna pembukaan masa sidang II DPR/MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/1/2010).
Tjahjo meminta agar dijadwalkan rapat konsultasi tertutup antara pimpinan DPR dan Presiden SBY. "Karena, Presiden hari ini pun sudah mengeluarkan statement bahwa dia akan segera mengakomodir hal itu," ujar dia.
Nurul Arifin dari Golkar menyampaikan hal yang sama. "Dikatakan pimpinan, Gus Dur adalah guru bangsa dalam sambutan. Itu tidak cukup. Gus Dur adalah tokoh pluralisme. Saya ingin ada ketegasan dari pimpinan dewan untuk menyatakan bahwa Gus Dur adalah tokoh pluralisme," ujar Nurul Arifin.
Selain Gus Dur, anggota dewan mengusulkan mantan Presiden Soeharto menjadi pahlawan.
"Berkaitan dengan Gus Dur, saya juga usul agar Soeharto menjadi pahlawan nasional," kata anggota DPR dari FPG, Nudirman Munir.
Hal senada disampaikan anggota FPG Gandung Pardiman. "Kami juga mengingatkan supaya Soeharto juga diagendakan dengan Gus Dur," kata Gandung.
(aan/iy)










































