Namun jawaban yang didapat sungguh mengagetkan. Pimpinan bandara tak berkenan mengisikan avtur pada pesawat yang hendak terbang ke Jayapura itu.
"Katanya (pimpinan bandara-red) pokoknya nggak bisa (mengisi BBM). Direktur Garuda harus minta maaf," cerita Manotar Napitupulu kepada detikcom, Senin (4/1/2010).
Manotar bertanya mengapa demikian, sebab minta maaf itu bukan urusannya. Dia mendesak agar BBM segera diisi untuk alasan kemanusiaan, yaitu mengangkut penumpang pesawat menuju tujuan.
Kisah ini terjadi pada Minggu 3 Januari. Manotar hendak membawa pesawat rute Timika-Jayapura-Denpasar-Jakarta. Sebelumnya, pesawat itu bernomor GA 652, dipiloti oleh Achdiyat, dengan rute Jakarta-Denpasar-Timika-Jayapura. Namun karena cuaca buruk di Timika, Achdiyat mendivert pesawat dari Denpasar ke Jayapura, baru ke Timika.
Penolakan mengisi BBM itu diduga sebagai buntut penolakan pilot Achdiyat, saat berada di Jayapura, pada rombongan bos PT Freeport yang tidak terdaftar di manifest, untuk ikut pesawatnya ke Timika.
Manotar mengatakan, meski sudah mendesak agar avtur segera diisi karena penumpang sudah menunggu lama, kepala bandara masih bersikeras menolak. Kepala bandara yang merupakan orang PT Freeport tersebut malah mengeluarkan surat kalau tak melayani pelayanan BBM kepada Garuda.
"Dikasih surat per tanggal 4 Januari nggak melayani refuel terhadap Garuda. Berarti masih bisa kan saya dapat BBM, karena hari itu masih tanggal 3 Januari. Akhirnya dikeluarkan lagi surat, tapi tanggalnya diganti jadi tanggal 3 Januari," jelas Presiden Federasi Pilot Indonesia ini.
Menurut Manotar, sikap PT Freeport sungguh arogan. Jika memang ingin menolak mengisi bahan bakar, seharusnya sejak dari awal diberitahukan. Bukan setelah pesawat mendarat di Bandara Timika baru mereka menolak. Akibat insiden itu, penumpang pesawat GA 653 harus menunggu selama 4,5 jam.
"Saya telepon ke manajer Garuda mengenai permintaan mereka. Saya disuruh memutuskan sendiri. Akhirnya saya putuskan dengan 8.000 liter avtur saya berangkat ke Biak. Di sana sudah banyak BBM," ungkapnya. (gus/nrl)











































