Diteror Al-Qaeda, Kedubes AS dan Inggris di Yaman Ditutup

Diteror Al-Qaeda, Kedubes AS dan Inggris di Yaman Ditutup

- detikNews
Senin, 04 Jan 2010 06:00 WIB
Diteror Al-Qaeda, Kedubes AS dan Inggris di Yaman Ditutup
Washington - Amerika Serikat dan Inggris menutup kedutaan besarnya di ibukota Sanaa, Yaman. Hal ini menyusul adanya ancaman teror dari jaringan Al-Qaeda di Arab.

Seperti dilansir AFP, Senin (3/1/2009), Presiden AS Barack Obama, pada Minggu (3/1/2009), menuding jaringan Al-Qaeda cabang Yaman yang berbasis di Jazirah Arab (AQAP) berada di balik percobaan pengeboman pesawat Northwest Airlines saat Natal 25 Desember 2009 lalu.

Obama menuduh Al-Qaeda basis Yaman mempersenjatai dan melatih tersangka utama seorang warga Nigeria untuk melakukan aksi teror tersebut. Al-Qaeda (AQAP) yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang berhasil digagalkan tersebut, kemudian menyerukan serangan terhadap kedutaan di Yaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada indikasi Al-Qaeda sedang merencanakan untuk melakukan serangan dengan target berada di dalam kota Sanaa, kemungkinan kedutaan kami," ujar Penasehat Anti-Terorisme dan Keamanan AS, John Brennan.

"Jadi keputusan yang diambil adalah dengan menutup kedutaan. Kami bekerja dengan cermat dengan pemerintah Yaman dalam mengambil tindakan pengamanan yang tepat," kata John yang merupakan penasehat Gedung Putih tersebut.

Sebelumnya kedubes AS di Yaman telah merilis sebuah pernyataan dalam situs mereka, yang menyatakan pengakuan tersebut merupakan respons ancaman lanjutan yang dilancarkan Al-Qaeda di Jazirah Arab untuk menyerang aset-aset Amerika di Yaman.

Terhdap tindakan AS ini, Inggris pun mengikutinya. Juru bicara Departemen Luar Negeri Inggris di London mengonfirmasi bahwa Kedubes Inggris di Sanaa, Yaman telah ditutp untuk alasan keamanan.

Sementara Spanyol, memutuskan untuk membatasi akses publik ke dalam Kedubes Spanyol di Sanaa. Seorang sumber diplomatik mengatakan, misi ini akan tutup pada hari Senin dan Selasa.

"Kedubes Spanyol di Yaman tetap dibuka dan beroperasi, tapi aksesnya dibatasi untuk alasan keamanan," ujar sumber tersebut.



(nvc/mad)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads