Seperti dilansir AFP, Senin (3/1/2009), Presiden AS Barack Obama, pada Minggu (3/1/2009), menuding jaringan Al-Qaeda cabang Yaman yang berbasis di Jazirah Arab (AQAP) berada di balik percobaan pengeboman pesawat Northwest Airlines saat Natal 25 Desember 2009 lalu.
Obama menuduh Al-Qaeda basis Yaman mempersenjatai dan melatih tersangka utama seorang warga Nigeria untuk melakukan aksi teror tersebut. Al-Qaeda (AQAP) yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang berhasil digagalkan tersebut, kemudian menyerukan serangan terhadap kedutaan di Yaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi keputusan yang diambil adalah dengan menutup kedutaan. Kami bekerja dengan cermat dengan pemerintah Yaman dalam mengambil tindakan pengamanan yang tepat," kata John yang merupakan penasehat Gedung Putih tersebut.
Sebelumnya kedubes AS di Yaman telah merilis sebuah pernyataan dalam situs mereka, yang menyatakan pengakuan tersebut merupakan respons ancaman lanjutan yang dilancarkan Al-Qaeda di Jazirah Arab untuk menyerang aset-aset Amerika di Yaman.
Terhdap tindakan AS ini, Inggris pun mengikutinya. Juru bicara Departemen Luar Negeri Inggris di London mengonfirmasi bahwa Kedubes Inggris di Sanaa, Yaman telah ditutp untuk alasan keamanan.
Sementara Spanyol, memutuskan untuk membatasi akses publik ke dalam Kedubes Spanyol di Sanaa. Seorang sumber diplomatik mengatakan, misi ini akan tutup pada hari Senin dan Selasa.
"Kedubes Spanyol di Yaman tetap dibuka dan beroperasi, tapi aksesnya dibatasi untuk alasan keamanan," ujar sumber tersebut.
(nvc/mad)











































