"Hatta (Hatta Rajasa) itu sulit tertandingi tapi Drajad (Drajad Wibowo) itu aset buat PAN," ujar Priyo mengutip ucapan Marwoto saat itu.
Hal tersebut ia sampaikan usai melayat Marwoto di rumah duka, Jl Gudang Peluru Utara I Blok C No 108, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (3/1/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seolah-olah dia bilang kalau toh kalah, jangan sampai Drajad itu lepas," cerita Priyo yang datang dengan baju koko putih ini.
Meski demikian, menurut Priyo, Marwoto enggan menyatakan siapa di antara kedua calon kuat tersebut yang akan didukungnya untuk menggantikan posisi Sutrisno Bachir sebagai Ketum partai berlambang matahari tersebut nantinya.
"Ketika saya desak siapa jagonya, beliau belum mau menyebutkan," tuturnya.
Di mata Priyo, Marwoto merupakan sosok politisi yang bisa merangkul semua semua golongan. Marwoto juga tipe orang di belakang layar, tapi sangat dekat dengan para elit partai politik.
"Karena itu beliau jadi wakil dari PAN," pungkas politisi asal Golkar ini. (her/nvc)











































