"Soeharto tidak pantas mendapatkan gelar pahlawan. Karena Soeharto pernah diproses oleh Kejaksaan Agung dalam dugaan kasus korupsi yayasan," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah di Kantor ICW, Jl Kalibata Timur, Jakarta, Minggu (3/1/2010).
"Jadi sangat tidak mungkin Soeharto diberi gelar pahlawan," kata pria asal Padang, Sumatera Barat ini menambahkan.
Febri meminta kepada kelompok-kelompok pecinta Cendana untuk tidak lagi memunculkan isu-isu yang kontroversial seperti ini. Masyarakat Indonesia dianggap sudah tahu bagaimana gaya Soeharto memimpin selama 32 tahun hingga adanya reformasi.
"Reformasi tidak boleh dikhianati dengan memberi gelar kepada Soeharto. Nggak ada gunanya," kata alumni Fakultas Hukum UGM ini.
Sosok Gus Dur yang dianggap layak dapat gelar itu karena pria asal Jombang, Jawa Timur ini memiliki jasa yang besa terhadap pemberantasan korupsi.
"Pada saat menjadi presiden, secara tegas dia juga melakukan pembersihan di kabinetnya. Selain itu Gus Dur juga dinilai sebagai orang yang menjunjung pluralisme," kata Febri.
(anw/nrl)










































