"Nggak benar itu. Saya baru dengar isu itu. Stok BBM di Timika tidak cukup," jubir PT Freeport, Mindo Pangaribuan, kepada detikcom, Minggu (3/1/2010).
Menurut Mindo, Presdir PT Freeport jarang menggunakan pesawat Garuda. PT Freeport punya pesawat sendiri. Kejadian keterbatasan stok sudah pernah terjadi sebelumnya.
BBM jenis avtur di Timika disiapkan untuk kepentingan pihak Freeport. Jika stok terbatas, maka yang diutamakan harus Freeport terlebih dahulu.
"Mengingat kepentingan nasional dan pengembangan daerah, kami juga membantu mengisi bahan bakar dari jatah Freeport," jelasnya.
PT Freeport merupakan pihak ketiga yakni sebagai pihak afiliasi. Pengelola BBM utama adalah Pertamina.
"BBM itu mestinya dilakukan Pertamina, bukan Freeport yang mengelola bandara. Freeport pihak ketiga afiliasi," ungkapnya.
Sebelumnya pihak Garuda menyatakan, pesawatnya tidak diberi BBM karena saat pesawat didivert ke Jayapura karena tak bisa mendarat di Timika akibat cuaca buruk, pilot pesawat Garuda menolak mengangkut rombongan Presdir Freeport yang tak tercantum di manifest penumpang. Sebab rombongan tersebut memegang tiket GA 653.
Akhirnya saat pesawat Garuda terbang ke Timika untuk mengisi BBM, PT Freeport menolaknya.
(gus/nrl)











































