Dephub Akan Kirim Surat Teguran ke Freeport

Garuda Tak Diberi BBM

Dephub Akan Kirim Surat Teguran ke Freeport

- detikNews
Minggu, 03 Jan 2010 16:43 WIB
Dephub Akan Kirim Surat Teguran ke Freeport
Jakarta - Langkah PT Freeport yang tidak memberikan bahan bakar kepada pesawat Garuda Indonesia disayangkan oleh Departemen Perhubungan (Dephub). Sebagai pengelola bandara Timika, harusnya PT Freeport melayani pembelian bahan bakar kepada pesawat-pesawat yang berada di bandara yang telah dibuka untuk umum itu.

"Kita akan bikin surat ke Freeport, sebagai bandara umum harus menyiapkan untuk umum," kata Dirjen Perhubungan Udara (Hubud) Dephub Herry Bakti kepada detikcom, Minggu (3/1/2009).

Dephub akan mengevaluasi kejadian ini supaya tidak akan terjadi lagi di kemudian hari. "Nanti dievaluasi juga, bagaimana sistem evaluasi," ujarnya.

Dia menjelaskan, Bandara Timika memang milik PT Freeport. Namun atas permintaan PT Freeport juga, bandara tersebut akhirnya dikomersilkan untuk umum. Pemda setempat pun juga mengalokasikan anggaran untuk bandara yang terletak di Kota Timika ini.

"Mestinya Timika kan bandara umum. Dulu khusus tapi sudah dipakai umun, jadi mestinya Freeport harus menyiapkan (bahan bakar) juga, tidak pilih kasih," ujar Herry.

Herry menegaskan, penolakan PT Freeport tidak dibenarkan. Hanya saja hal ini berada di wilayah abu-abu lantaran ada unsur bisnis di dalamnya.

"Sebetulnya tidak dibenarkan. Cuma ini masalah bisnis. Ini bisnis antara Garuda dan Amerika. Jadi berada di wilayah abu-abu," pungkas Herry.

Seperti diberitakan, peristiwa ini terjadi saat pesawat GA 652, rute Jakarta-Denpasar-Timika-Jayapura yang berangkat dari Jakarta, Minggu pagi, tak bisa mendarat di Timika karena cuaca buruk. Pesawat didivert ke Jayapura. Begitu cuaca Timika bagus, pesawat GA 652 terbang
dari Jayapura-Timika siang tadi.

Pada saat di Jayapura, pilot pesawat GA 652 menolak rombongan Presdir Freeport yang akan berangkat ke Timika. Alasannya, rombongan Presdir Freeport bertiket pesawat dengan penerbangan GA 653. Pihak Freeport tetap ngotot, tapi Garuda menolak. Karena sesuai aturan, pesawat dalam kondisi divert, tidak boleh terima menerima penumpang selain yang tercatat di manifest.

Sampai akhirnya pesawat GA 652 mendarat di Timika dan harus mengisi bahan bakar. Namun, karena rombongan Presdir Freeport ditolak terbang, maka BBM Garuda tak dilayani oleh Freeport. (anw/nrl)


Berita Terkait