PBR Capreskan Hidayat dan Cawapreskan Erros Djarot
Minggu, 11 Apr 2004 13:37 WIB
Jakarta - Meski penghitungan suara Pemilu 2004 masih belum tuntas dan hasil akhir Pemilu belum diketahui pasti, namun Partai Bintang Reformasi (PBR) cenderung akan mencalonkan Hidayat Nurwahid sebagai presiden dan Erros Djarot sebagai wakil presiden.Hal ini disampaikan Ketua DPP PBR Zaenal Ma'arif kepada detikcom, Minggu (11/4/2004). Kecenderungan ini diketahui dari animo sejumlah wilayah yang menginginkan dua tokoh muda itu tampil memimpin negara. Meski begitu, kata dia, hal ini masih menunggu keputusan Rapimnas pada 24 dan 25 April 2004 mendatang diJakarta.Kecenderungan PBR untuk mencapreskan Hidayat dan mancawapreskan Erros merupakan hal menarik. Kedua tokoh ini diketahui bukan dari PBR. Hidayat adalah Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtea (PKS), sedang Erros adalah Ketua Umum DPP Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK)."Memang, dari dulu, ketua umum kita, Kiai Zainuddin MZ, memang ingin mengantarkan putera terbaik Indonesia untuk memimpin Indonesia. Dan tidak pernah sekalipun kiai mencalonkan dirinya sendiri sebagai calon presiden," kata Zaenal.Menurut Zaenal, Hidayat dipilih sebagai calon presiden, karena memiliki sifat sederhana, jujur, dan progresif, serta masih berusia muda. "Kalau tokoh lainnya, tampaknya susah untuk kita harapkan," ujarnya.Sedangkan Erros, selain disukai generasi muda dan nasionalis, juga dikenal memiliki sifat progresif dan berani. "Keberanian Erros terbukti saat meninggalkan Mega dan Taufiq Kiemas, padahal dulu sangat dekat," kata dia.SBY Dinilai Kurang TegasUntuk mencalonkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), PBR tampaknya hampir tidak mungkin. "Setelah kita pelajari karakter beliau untuk membangun kembali bangsa ini sangat susah. Sifat keraguan-raguannya sangat tinggu dan tidak progresif," kata dia.PBR memang menghormati tingkat kejawaan SBY yang tinggi dengan sikap santunnya. "Namun, bangsa ini tidak cukup dibangun oleh tokoh yang santun, tapi peragu. Selain itu, SBY juga terkontaminasi oleh Orde Baru," jelasnya.PBR sendiri saat ini berada di urutan kesembilan perolehan suara nasional sementara. Sampai pukul 13.30 WIB, PBR memperoleh suara 2,8 persen.
(asy/)











































