"Kita masih menunggu komunikasi keluarga dan harus seizin pihak keluarga," kata Jubir Deplu Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Minggu (3/1/2010).
Deplu, kata Faizasyah, belum berkomunikasi dengan pihak keluarga karena memang identitas baru didapat larut malam. Selanjutnya, Deplu akan bekerja sama dengan pemerintah Somalia untuk memonitor negosiasi yang akan dilakukan pembajak dan pemilik kapal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapal tanker milik Norwegia namun berbendera Singapura dibajak 1 Januari lalu. Selain awak asal Indonesia juga ada awak warga negara lain di kapal itu. Perusahaan asal Indonesia hanya menyewa kapal tersebut, tidak seperti pemberitaan media asing sebelumnya yang menyebut kapal yang berisi bahan kimia itu milik Indonesia.
Faizasyah menambahkan, pihaknya hingga kini juga belum mengetahui dengan pasti koordinat lokasi kapal. "Kita belum tahu dengan jelas, karena pantai Somalia kan panjang sekali," katanya.
(lrn/lrn)











































