"Jangan sampai salah identitas," kata Kapolsek Cilandak, Kompol Doni Adityawarman saat dihubungi detikcom, Sabtu, (2/1/2010).
Lebih lanjut dia membeberkan, pihaknya terus mendalami pengakuan 2 keluarga korban, yaitu keluarga Mampang dan Keluarga Pasar Minggu. Dari keterangan kedua keluarga tersebut, sama-sama mendekati identitas korban. "Sehingga ini sangat rumit. Kami tak mau gegabah. Kuncinya di hasil DNA," bebernya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesalahaan identitas korban pembunuhan pernah dilakukan oleh polisi dari Polsek Cakung, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. Waktu itu, korban telah diserahkan ke keluarga korban di Bandung yang mengaku korban adalah anaknya. Keluarga telah melakukan prosesi penguburan dan tahlilan. Tapi, siapa nyana, identitas anak yang telah dikubur kembali ke rumah dalam kondisi sehat walafiat.Β
"Ternyata salah identitas. Sang anak hanya hilang dan kabur dari rumah. Jadi siapa yang dikubur? Belajar dari itulah, maka kami tak mau salah identitas," pungkasnya.Β
(asp/gah)











































