19 Parpol Tolak Hasil Pemilu

19 Parpol Tolak Hasil Pemilu

- detikNews
Sabtu, 10 Apr 2004 17:33 WIB
Jakarta - Setelah sempat mempersoalkan penghitungan suara dengan sistem Tenologi Informasi, akhirnya aliansi 19 parpol (sebelumnya 17), memutuskan untuk menolak hasil pemilu 2004. Alasannya, pemilu ini banyak diwarnai kecurangan.Keputusan tersebut disampaikan juru bicara aliansi 19 parpol ini, Adnan Buyung Nasution, kepada wartawan usai menggelar pertemuan tertutup di Hotel Nikko, Jl. MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (10/4/2004). Buyung sendiri dalam aliansi itu adalah perwakilan dari Indonesia Democracy Monitoring (Indemo)."Setelah melihat proses pemilu dengan segala faktor yang terkait, kami telah mengambil keputusan bulat secara aklamasi menolak hasil pemilu dan membatalkannya," kata Buyung yang juga disebut-sebut ketua rapat tertutup itu.Dijelaskan Buyung, selanjutnya aliansi ini akan mempersiapkan berbagai bukti pelanggaran yang terjadi selama proses pemilu 2004 berlansung. Bukti-bukti itu, sambung Buyung, akan disampaikan dalam pertemuan dengan Komisin Pemilihan Umum (KPU) Selasa (12/4/2004) mendatang."Data-data tentang pelanggaran pemilu yang sudah terjadi ini akan menjadi bahan pertemuan dengan KPU. Dalam kesempatan itu kami juga akan menyampaikan deklarasi penolakan pemilu dan menyerahkan bukti-bukti kegagalan pemilu," tegas Buyung.Ketika disinggung bahwa keputusan ini terlalu dini, Buyung mengatakan, hal itu sama sekali tidak benar. Menurut Buyung yang terjadi sebaliknya, dengan bertindak cepat aliansi 19 papol ini tidak ingin kesalahan yang ada menjadi berlarut-larut."Kita ingin bekerja cepat. Kalau harus menunggu sampai tanggal 25 April, padahal sekarang banyak pelanggaran dari mulai persiapan awal sampai pelaksanaan. Sudah banyak cukup bukti pelanggaran, jadi kami sepakat harus mengambil sikap sekarang juga," ungkap Buyung.Ketua Dewan Syuro, Gus Dur yang juga hadir mengatakan, penolakan ini semata-mata terjadi karena ketidakprofesionalan KPU. Menurut Gus Dur, KPU sengaja membiarkan diri menjadi ajang dua parpol besar untuk tetap berkuasa."Ini adalah akibat keteledoran dan kesombongan KPU. KPU membiarkan diri menjadi ajang bagi dua partai politik yang berkuasa untuk memelihara kedudukan mereka," tutur Gus Dur.Apa ini harga mati? Mantan Presiden RI ini membenarkan hal tersebut. Gus Dur bahkan tidak takut jika tindakan aliansi ini dikategorikan sebagai tindakan makar. "KPU yang makar," kata Gus Dur disambut tepuk tangan anggota aliansi 19 parpol lainnya.Sekedar tahu, anggota aliansi 19 parpol ini adalah, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), PNI Marhaenisme, Partai Buruh Sosial Demokrat (PBSD), Partai Merdeka, Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PIB), Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI).Selanjutnya Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK), Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Patriot Pancasila (Partai PP), Partai Pelopor, Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK), Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Bintang Reformasi (PBR) dan Partai Sarikat Indonesia (PSI). (djo/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads