Kapabilitas SBY Untuk Jadi Presiden Banyak Diragukan
Sabtu, 10 Apr 2004 13:34 WIB
Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lebih sering terlihat ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Padahal seorang Presiden harus berani mengambil risiko dalam membuat keputusan. Maka itulah banyak yang meragukan kapabilitas SBY untuk menjadi Presiden. Demikian disampaikan pengamat politik Ikrar Nusa Bakti kepada wartawan seusai diskusi di Mario's Place Jl.HOS Cokroaminoto, Jakarta, Sabtu (10/4/2004)."Yang namanya Presiden itu harus bisa mengambil risiko dalam mengambil keputusan. Kita lihat SBY itu banyak ragu-ragunya. Ia berpikir lebih secara hati nurani daripada berpikir secara rasional," kata Ikrar.Selain sifat ragu-ragu SBY, Ikrar juga berpendapat SBY tidak terlalu mendapat dukungan dari kalangan TNI. Terlebih lagi platform Partai Demokrat (PD) menghapuskan komando teritorial dan menempatkan TNI di bawah otoritas sipil. Platform PD tersebut cukup mendapat kritikan tajam dari teman-teman SBY dari kalangan tentara."Seorang pemimpin yang berasal dari TNI, kalau membuat kebijakan populis yang bertentangan dengan TNI, akan mendapat tantangan dari TNI. Seorang yang berjiwa TNI tidak mungkin akan berlawanan dengan TNI," kata Ikrar lagi. Ikrar sendiri berpendapat, seorang pemimpin yang kuat, pemimpin yang tegas, tidak harus berasal dari kalangan tentara. Pemimpin yang kuat bisa saja berasal dari sipil.
(iy/)











































